Bagaimana Tahapan Operasional Dalam Menyusun KPI Balance Scorecard

By Gustyana

Balance scorecard dirancang untuk mengetahui gambaran keseimbangan perusahaan, meliputi masalah keuangan dan non keuangan. Seperti misalnya saja, bagaimana pencapaian revenue dari perusahaan, berapa jumlah pelanggan yang setia, bagaimana efektifitas dari internal proses bisnis untuk sampai memuaskan pelanggan. Manfaat balanced scorecard bagi perusahaan itu sendiri adalah untuk mendapatkan data yang valid mengenai bagaimana proses di dalam perusahaan yang selama ini berjalan dimana data – data tersebut digunakan unutk memperbaiki kelemahan – kelemahan proses yang ada.

Selain itu balanced scorecard juga bermanfaat untuk membantu merencanakan target jangka panjang, anggaran tahunan, menyelaraskan tujuan setiap divisi dengan tujuan perusahaan, mengkomunikasikan strategi perusahaan ke seluruh jajaran organisasi, hingga digunakan sebagai bahan tinjauan berkala (bisa per triwulan, bulanan, ataupun tahunan).

Berikut adalah tahapan dalam menyusun KPI dengan Balance Scorecrd

  1. Menyusun sebuah balanced scorecard membutuhkan kerjasama dari semua pihak di perusahaan. Oleh sebab itu hal pertama yang harus dilakukan adalah membentuk sebuah tim pengembangan balanced scorecard yang tujuan dibuatnya tim balanced scorecard adalah memberikan edukasi mengenai balanced scorecard kepada seluruh anggota tim penyusun BSC bisa dilakukan untuk memperdalam pemahaman dan menyamakan persepsi mengenai apa itu BSC dan bagaimana seharusnya proses balanced scorecard dilaksanakan.
  2. Merumuskan Visi, Misi, Value perusahaan dan melakukan konfirmasi kepada seluruh jajaran karyawan pada perusahaan tersebut, agar mereka memiliki satu gambaran yang sama mengenai Visi, Misi, Value perusahaan.
  3.  Hal selanjutnya yang harus dilakukan sebelum menyusun sebuah balanced scorecard adalah mengumpulkan berbagai jenis informasi strategis. Beberapa jenis informasi penting yang dibutuhkan diantaranya adalah informasi strategis yang berhubungan dengan perusahaan seperti perencanaan keuangan, rencana pemasaran, rencana anggaran tahunan, rencana operasional perusahaan, laporan tahunan, analisa konsumen dan lain sebagainya.
  4. Dari informasi – informasi yang telah didapatkan selanjutnya akan mulai mendefinisikan peranan perusahaan dan perkembangan perusahaan selama ini. Setelah definisi selesai dibuat, maka tim akan mulai menyusun sebuah Strategic Business Unit atau yang disingkat SBU.
  5. Setelah beberapa aktifitas diatas maka tim akan melakukan menentukan definisi dari masimg – masing scorecard dan tolak ukur dari empat dimensi balanced scorecard seperti dari perspektif keuangan, perspektif eksternal customer, perspektif internal proses bisnis, dan perspektif learning and growth. Dan akhirnya standar pengukuran dari masing – masing perspektif scorecard diatas mulai ditentukan.
  6. Setelah itu tim penyusun balanced scorecard harus menterjemahkan Visi, Misi. Value dengan strategic roadmap jangka panjang dan jangka pendek ke dalam sebuah istilah nyata untuk kemudian diimplemantasikan kepada strategi perusahaan yang harus dijalankan oleh semua anggota organisasi perusahaan.
  7. Setelah implementasi dilakukan, maka langkah selanjutnya melakukan evaluasi dan membuat hasil analisa dari pelaksanaan strategi yang telah dibuat. Dan dari hasil analisa tersebut tim bisa melakukan corrective actions yang berkelanjutan sampai kelemahan didalam perusahaan bisa teratasi dengan baik..

Dengan melakukan evaluasi secara rutin oleh tim penyusun balanced scorecard akan bisa melihat keseimbangan perusahaan tersebut dan membantu menyelaraskan berbagai sumber daya yang ada dalam perusahaan untuk meningkatkan produktivitas serta efesiensi perusahaan. Pemegang saham serta pimpinan perusahaan bisa melihat laporan kemajuan bukan hanya dari sisi laporan keuangan saja, namun berkembang dari berbagai segi aspek yang mendukung kemajuan finansial perusahaan. Selamat mempraktekkan tools Balance Scorecard ini yang sangat membantu para leader untuk mengambil keputusan dari berbagai jenis sudut pandang dari 4 perspektif balanced scorecard :

  1. Perspektif Keuangan
  2. Perspektif Eksternal Customer
  3. Perspektif Internal Proses Bisnis
  4. Perspektif Learning And Growth