Analisa Kenapa PHK Besar-Besaran Krakatau Steell

By Gustyana

Berlangganan dan Download 4 Ebook Bagus Tentang Life Skills, Motivasi, dan Financial Freeedom

Krakatau steel

Krakatau Steel adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Badan usaha ini merupakan sebuah perusahaan yang memiliki sistem saham di mana saham terbesar yang dimiliki oleh perusahaan ini dimiliki oleh negara sehingga keuntungan paling besar juga diberikan pada negara. Perusahaan seperti Krakatau Steel ini biasanya mendapatkan banyak keuntungan dari statusnya tersebut. Salah satu keuntungan adalah monopoli hak berdagang untuk produk tertentu. Hal ini sesungguhnya membuat banyak orang mengira bahwa tidak akan ada BUMN yang mengalami pailit satu kerugian.
Hal ini membuat banyak orang merasa kaget ketika muncul berita bahwa Krakatau Steel yang merupakan BUMN disinyalir mengalami kerugian dan mengalami kondisi hampir bangkrut sehingga mereka harus memecat lebih dari 1.300 pegawai organik yang dimilikinya. Bagaimana kebenaran berita ini? Berikut ini adalah ulasannya.

Berita PHK Krakatau Steel
Salah satu berita yang belakangan banyak menjadi perbincangan adalah mengenai kerugian yang terjadi pada BUMN Krakatau Steel yang muncul belakangan ini. Berita kerugian ini dipicu dengan adanya berita lain yang menyatakan bahwa perusahaan BUMN ini akan melakukan PHK dalam jumlah yang sangat besar terhadap pegawai yang dimilikinya dan menggantikannya dengan pegawai dari Tiongkok.

Lalu apakah berita ini semuanya benar? Tentu saja berita ini tidak seluruhnya benar. Mengenai kerugian yang dirasakan oleh PT Krakatau Steel ini memang benar. Akan tetapi untuk berita pemecatan pegawai dan juga mengenai putusan mempekerjakan tenaga dari Tiongkok merupakan hal yang ditolak kebenarannya.
Penyebab Krakatau Steel kerugian

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mengenai kerugiannya, Perseroan Terbatas Krakatau Steel ini menyatakan bahwa mereka memang mengalami kerugian. Sesungguhnya Krakatau Steel adalah BUMN penghasil baja satu-satunya yang ada di Indonesia. Hal ini sudah menjadi salah satu kondisi yang membuat keberadaan Krakatau Steel menjadi sangat kuat di Indonesia. Apalagi dengan adanya pembangunan infrastruktur yang luar biasa dilakukan pada pemerintahan 2014 – 2019 ini banyak orang yang menjari terheran-heran mengapa perusahaan milik negara ini mengalami kerugian dan harus melakukan perampingan.

Tapi ternyata kondisi BUMN Krakatau Steel yang merugi ini tidak hanya terjadi pada masa pemerintah ini. Kerugian yang dalami oleh PT Krakatau Steel ini sudah terjadi sejak 7 tahun yang lalu. Hal ini disebut karena baja yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur diambil dari produsen baja Cina. Baja dari Cina memiliki harga yang murah. Baja ini juga di masukkan ke dalam Indonesia tanpa menggunakan pajak sehingga mereka dapat melakukan persaingan yang lebih gencar lagi.

Kondisi masuknya baja Cina ke dalam Indonesia dengan harga yang murah ini juga diakui oleh PT Krakatau Steel sebagai salah satu hal yang membuat mereka kewalahan. Meski begitu pada tahun 2018 nilai kerugian yang didapatkan oleh perusahaan baja ini nilainya cukup mengecil dibandingkan dengan tahun 2017. Lalu jika nilai kerugian mengenai apakah benar rumor tentang pemecatan yang dilakukan untuk mempekerjakan tenaga Tiongkok? Berikut ulasannya.

Apakah PHK pegawai benar terjadi?
Menanggapi kabar pemecatan dari sekitar 1.300 pegawai organik yang di pecat dan penggantian kedudukannya untuk pegawai Tiongkok hal ini merupakan salah satu hal yang ditolak kebenarannya oleh PT Krakatau Steel. Menurut Krakatau Steel, pihaknya memang sedang melakukan restrukturisasi organisasi. Hal ini menyebabkan banyak dari karyawan tetap dari Krakatau Steel yang akan dipindah tugaskan ke tempat anak usaha yang dimilikinya. Bukan dipecat, hanya di pindah tugaskan sehingga pengelolaan finansial dari perusahaan bahan ini menjadi lebih baik.

Kesimpulan
Krakatau Steel mengalami kerugian karena memang sistem yang dimilikinya tidak efektif dan maksimal. Hal ini dibuktikan dengan kerugian yang terjadi selama 7 tahun berturut-turut. Akan tetapi pengelolaan baja asing yang masuk ke Indonesia juga perlu dikendalikan kembali. Menggunakan perusahaan asing atau produk asing sebagai penyeimbang harga memang merupakan hal yang bijak untuk meningkatkan kreativitas dan juga inovasi dari perusahaan dalam negeri. Jika tidak mau berinovasi dan tidak kreatif mungkin kondisi dari BUMN Indonesia yang lain akan sama dengan kondisi dari Krakatau Steel ini.

Note:
Mau update artikel - artikel mencerahkan seperti diatas langsung melalui smartphone Anda? Langsung saja Invite PIN BBM saya : 518EA00E atau Save No WA saya 087700350056. Bagi yang invite, saya akan berikan BONUS 4 EBOOK DAHSYAT tentang MINDSET, Kebebabasan FInancial dan cara meraih Karir Impian. Financial-Freedom-Banner

Berlangganan dan Download 4 Ebook Bagus Tentang Life Skills, Motivasi, dan Financial Freeedom

Berlangganan dan Download 6 Ebook Dasyat