HATI2x Era Shifting Organsasi, PERUSAHAAN BANYAK YANG PHK Karyawan, Siapkah Kamu ?

By Gustyana

Berlangganan dan Download 4 Ebook Bagus Tentang Life Skills, Motivasi, dan Financial Freeedom

PHK Massal 140719

PT. Hero Supermarket Indonesia Tbk telah menutup 6 gerai Giant di Jabodetabek. Menjelang penutupannya, 6 gerai tersebut menawarkan diskon hingga 5-50%. Sebanyak 6 gerai yang ditutup tersebut, terdiri dari Cinere Mall, Giant Ekspress Cinere Mall, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekspress Pondok Timur.
Penyebab Runtuhnya Bisnis Ritel Giant
Kabar keruntuhan bisnis ritel sebesar Giant memang cukup mengejutkan banyak pihak. Kenapa bisnis ritel tersebut bisa bangkrut. Namun, apa saja sebenarnya faktor keruntuhan bisnis ritel Giant?
1.Persaingan
Tak sedikit pihak yang menganggap bahwa tutupnya ritel Giant di beberapa wilayah dikarenakan persaingan bisnis ritel yang sangat ketat di Indonesia. Persaingan bisnis ritel saat ini memang cukup berat. Tutupnya toko-toko ritel Giant murni diakibatkan oleh persaingan bisnis yang kian ketat. Karena itu, PT. Hero Supermarket, Tbk selaku induk perusahaan ritel Giant terpaksa menutup beberapa gerai mereka dalam rangka meminimalisir tingginya beban perusahaan.
2.Efisiensi Operasional
Penyebab tutupnya 6 gerai ritel Giant diakibatkan oleh efisiensi perusahaan. Menurut Wakil Ketua Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), Tutum Rahana, menanggapi penutupan Giant tersebut dikarenakan Giant sedang melakukan efisiensi. 
3.Transformasi Bisnis
Ditutupnya keenam gerai Giant bukan dikarenakan bangkrutnya perusahaan. Tetapi karena Giant sedang melakukan transformasi usaha. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Hadrianus Wahyu Trikusumo, selaku Direktur PT. Hero Supermarket. Transformasi itulah yang membuat beberapa gerai Giant harus ditutup.
Alasan transformasi usaha yang dilakukan oleh Giant sendiri dikarenakan mereka melihat pola belanja konsumen yang telah berubah. Mereka melakukan re-energize untuk memastikan bisa memenuhi preferensi konsumen yang terus berkembang.
4.Perubahan Pola Belanja
Beberapa pengamat juga mengatakan bahwa runtuhnya Giant dikarenakan telah berubahnya pola belanja dari masyarakat Itu sendiri. Seperti halnya sekarang ini sedang trend pola belanja secara online.
Berdasarkan data BPS yang menunjukkan bahwa terlihat perlambatan pertumbuhan pada komponen minuman dan makanan selain restoran, yang awalnya di angka 5,36% pada tahun 2017 sekarang menjadi 4,81% saja di tahun 2018. Sedangkan data yang diperoleh dari PT. HERO sendiri tingkat penjualan makanan pun turun menjadi Rp. 10,85 triliun pada tahun 2017 dari yang awalnya sebanyak Rp. 11,7 triliun.
Analisa Keruntuhan Ritel Giant di Indonesia
Menurut data dari PT. Hero Supermarket memaparkan bahwa mereka telah mengalami kerugian yang cukup signifikan selama beberapa tahun ini. Pada tahun 2018, mereka menerima kerugian mencapai Rp. 1,25 triliun, sementara di tahun 2017 Hero mengalami kerugian mencapai Rp. 191 miliar. Adapun alasan meningkatnya kerugian diakibatkan oleh faktor biaya restrukturisasi pada tahun 2018 mencapai Rp. 1,38 triliun.
Menurut laporan keuangan pada akhir Maret 2019, PT. Hero Supermarket telah mengalami kerugian mencapai Rp. 3,5 miliar. Walaupun jumlah kerugian tersebut turun jika dibandingkan data pada tahun 2018 dengan kerugian mencapai Rp. 4,13 miliar.
Sementara di sisi lain, bisnis dari PT. Hero Supermarket lewat brand IKEA dan Guardian sendiri telah mengalami peningkatan. Pasalnya usaha yang bersifat non makanan dari PT. Hero Supermarket tumbuh secara signifikan dengan angka penjualan yang meningkat 21% hingga mencapai Rp. 2,63 triliun.
Bagaimana Nasib Bisnis Ritel di Indonesia Saat Ini?
Tutupnya gerai Giant tentu saja membuat para pengusaha khawatir dengan masa depan usaha ritelnya. Apalagi selama 2 tahun terakhir, tak hanya Giant saja yang menutup gerainya. Lihat saja, 7-Eleven yang mesti hengkang dari tanah air dan beberapa retail lainnya yang ikut tutup meskipun termasuk perusahaan besar. Ditambah lagi, ada beberapa mall yang ikut tutup belakangan ini disinyalir akibat faktor ketidakmampuan perusahaan menghadapi tingkat persaingan beserta pola belanja konsumen yang mulai berubah.
Belum lagi dengan maraknya online shop yang bertebaran di dunia maya dengan menjual barang-barang yang sama, tentu saja menambah tingkat persaingan di kalangan perusahaan ritel di Indonesia. Kemungkinan lainnya bisa jadi lokasi-lokasi pembukaan gerai tersebut kurang bagus tingkat penjualannya, sehingga mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

Saat ini era Shfting perusahaan, siapkan kompetensi Anda, dan Sekoci Anda. Salam Sukses Penuh Keberkahan.

Note:
Mau update artikel - artikel mencerahkan seperti diatas langsung melalui smartphone Anda? Langsung saja Invite PIN BBM saya : 518EA00E atau Save No WA saya 087700350056. Bagi yang invite, saya akan berikan BONUS 4 EBOOK DAHSYAT tentang MINDSET, Kebebabasan FInancial dan cara meraih Karir Impian. Financial-Freedom-Banner

Berlangganan dan Download 4 Ebook Bagus Tentang Life Skills, Motivasi, dan Financial Freeedom

Berlangganan dan Download 6 Ebook Dasyat