Yuk Kita Ngulik Dan Bedah Bagaimana Medsos Buatan Anak Negeri?

By Gustyana

Lambang setipe.comKecepatan, instant, dan kenyamanan adalah era digitalisasi dan keterbukaan informasi pada sekarang ini, seperti kita liat guys, banyak perusahaan start up yang menyajikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumennya memberikan banyak solusi yang sangat bermanfaat untuk masyarakat guys, kita sebut saja saat ini bagi kesumpekan jakarta yang aduhai bikin stress dengan kemacetannya, Gojek atau Grab Bike memberikan kemudahan dan added value untuk kemudahan transportasi dengan tampil sebagai perantara antara ojek yang awalnya dilihat sebagai pekerja informal yang tidak memiliki added value, namun saat ini menjelma bak malaikat penolong masyarakat yang dapat memberikan kemudahan dalam menerobos kemacetan di jakarta dengan hanya satu kali pesan di android klik, dengan daerah tujuan yang telah kita tetapkan, maka dalam hitungan detik sudah mendapatkan ojek yang siap mengantarkan kita, semudah itu kawan, dan bukan hanya itu gojek dengan inovasinya menjadi salah satu perusahaan tech startup tanah air yang banyak menyedot perhatian masyarakat kita, meski berlatar belakang perusahaan teknologi, GoJek sadar bahwa menjadi konektor antara konsumen dan pengendara ojek tidaklah cukup, maka GoJek pun menawarkan tiga pilar dalam pelayanan yakni speed, innovation, dan social impact.

Social innovation ini yang terus dikembangkan dan memberikan social impact kepada masyarakat luas. Sehingga GoJek pun tidak hanya mengantarkan penumpang dari satu titik ke titik yang lain, namun sebagai perantara sekaligus layanan on – demand service, GoJek mengembangkan layanannya hingga ke beragam sektor yakni, mulai dari jasa pesan antar makanan, mengirimkan barang, pembelian tiket, penyedia layanan salon, pijat, bersih – bersih rumah lengkap ya sob, heem maknyus nek ngene iki hampir semua sektor dia ambil ya guys, berapa coba keuntungannya yang didapatkan oleh CEOnya makin tajir menjulang langit wkwkwkwkw, nah ini Gojek mencoba menghadirkan dalam satu aplikasi dan kemudahan sistem di android dan mengandalkan layanan mitra pengemudi GoJek.

Nah diatas adalah salah satu contoh karya dari Anak Negeri sob yang user friendly istilah dari teknologi sob wkwkwkwk, yang saya ketahui juga masyarakat indonesia sangat menyukai media sosial (MEDSOS) dan mayoritas dari masyarakat Indonesia juga banyak yang beralih dari medsos satu ke medsos lainnya, dan yang disayangkan guys pilihannya masih jatuh kepada medsos asing, padahal kalau mereka tahu ya sob banyak media sosial buatan anak dalam negeri yang tidak kalah kualitasnya dengan buatan asing kok sob. Yuk kita sebut satu – satu ya guys, kamu tau kan yang namanya Sebangsa.com, Setipe.com, atau LiteBIG untuk mewakili Medsos Anak Indonesia.
Ketiga medsos ini memiliki target pasar dan konsep yang cukup berbeda, Sebangsa.com memposisikan diri sebagai media sosial bagi masyarakat yang ingin membangun komunitas, Lain halnya dengan setipe.com yang merupakan media sosial untuk online dating, Sementara LiteBIG dengan idealismenya, memiliki misi untuk menggeser posisi WhatsAPP dan menjadi media sosial kebanggan Indonesia, Layaknya LINE dari Jepang, Kakao Talk asal Korea Selatan, dan Wechat milik Tiongkok.

Lambang Sebangsa.com

Kebanyakan dari founder perusahaan start up ini adalah berlatar belakang sebagai developer, menurut Nasution Enda founder dari Sebangsa.com pengetahuan mengenai teknologi dan sense of business harus dimiliki oleh pengusaha startup teknologi dengan fokus dengan apa yang ingin mereka kejar, sehingga jelas arahnya akan kemana dalam mengembangkan produk dan sisi membangun bisnisnya. Kemudian saat mencari investor harus yang memiliki kesamaan visi dan misi sangatlah penting guys, antara stratup (founder) dengan investor, dan terkahir adalah performa bisnis kita perlu diperhatikan juga agar menarik investor untuk menanamkan dananya dalam pengembangan bisnis dan produk kita.

Selain pendanaan (funddrising), ada yang yang perlu diingat ya sob, bahwa untuk membuat bisnis platform medsos ini berkembang, dibutuhkan infrastruktur dan dana yang besar, seperti yang dikatakan oleh Tesar Nasution, CEO dan Co-founder dari LiteBIG bahwa membangun aplikasi Messaging itu sulit, jangan kaget ketika diserbu ribuan user dalam waktu singkat. Semua Pasti akan mengalami hal yang sama dalam bisnis ini, jika tidak siap, maka akan tergilas dengan persaingan and You Will Die. Kami Sendiri sudah menghabiskan belasan Miliar Rupiah, dalam membangun LiteBIG, Dana ini kami dapatkan dari perusahaan yang bergerak di Bidang IT, Kata Tesar.

Yah Media Sosial sekali lagi menjadi salah satu model bisnis aplikasi yang menyimpan model bisnis cukup luas, Razi dan timnya memiliki data yang cukup banyak, menjual konsep perjodohan dan membuat hubungan sebuah pasangan menjadi lebih baiik dan tentunya banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, lewat Setipe, Razi, bisa menggalang dana dari Freemium Services, orang yang bergabung dengan setipe akan mendapatlan layanan premium, dan timnya sedang melakukan percobaan untuk lebih banyak kontrol dalam memilih pasangan dan diperkenalkan kepada siapa yang menjadi targetnya.
Sementara Tesar dengan LiteBIG sudah melayani pasar korporasi dengan menyediakan sistem Messaging tanpa label (white label) di beberapa perusahaan jasa dengan menjual lisensi atas ciptaannya, dan sistem freemium pun dapat dikembangkan dengan cara menawarkan fitur keamanan yang lebih tinggi kepada konsumen untuk meng-upgrade LiteBIG mereka ke versi premium. Selain itu Tesar dan timnya sedang mengembangkan sistem jual beli stiker dan sistem payment gateway yang dipakai oleh Wechat, sehingga dapat melakukan kegiatan belanja diberbagai toko Ritel. Lain halnya dengan Sebangsa.com memiliki subplatform media sosial yang menjadi medsos pertama untuk TKI di Seluruh Indonesia didukung oleh CSR (corporate social responsbility) Bank Mandiri melalui Mandiri Sahabatku, saat ini sedang mengembangkan sebuah sistem iklan.
LiteBig

Potensi Bisnis di Media Sosial memang sudah di depan mata Guys, saat ini sebuah perusahaan yang dibilang sukses bukan hanya berguna untuk dirinya sendiri & meraup revenue bisnis yang maknyuss namun masyarakat dapat menilai dan menjatuhkan pilihan, mana perusahaan yang dapat memberikan social impact yang positif kepada banyak masyarakat luas dalam memberikan solusi dan kemudahan ditengah keterbatasan dan sebuah kesulitan. Semoga saja dengan era serba cepat seperti sekarang ini, instant, dimana tidak memandang kawan ternyata menjadi lawan bisnis sangat chaoz kondisinya, dan saat ini yang menjadi tercepat dalam memberikan solusi dengan memberikan social impact, keamanan, dan kenyamanan akan sangat digandrungi oleh market yang mulai melek dengan teknologi dan smartphone seperti di Indonesia ini, welcome to the challenge war of social technology markets, jangan takut dengan perubahan bisnis dan persaingan, kini saatnya bagi tech startup di Indonesis untuk unjuk gigi dalam bisnis media sosial, dan bukan hanya sebatas sebagai pengguna saja, dan pesan terakhir cobalah beralih kepada Media Social Buatan Anak Negeri Guys, mereka semua tidak kalah kualitasnya dengan Buatan Asing. Selamat Mencoba ya Guys, Tunggu update artikel kami yang renyah dan inspiratif, Salam Sukses Penuh Keberkahan.