Perlunya memahami Perubahan organisasi dalam industri 4.0

By Gustyana

Industri 4.0 2019

Untuk menyikapi sebuah perkembangan yang kini terus terjadi, kita sebagai manusia yang hidup di era modern tentunya memiliki sebuah keberuntungan. Hal ini membuat kita mampu memanfaatkan setiap kemunculan-kemunculan sebuah temuan baru, seperti dengan adanya superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan juga sebuah perkembangan neuroteknologi yang terjadi pada perubahan organisasi dalam industri 4.0. Temuan tersebut sekaligus mendorong manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak yang sejatinya menjadi sebuah kelebihan dibanding makhluk lainnya.

Perkembangan Dari Generasi Ke Generasi
Sebuah perkembangan yang terus dilakukan telah membuat manusia ke dalam zaman yang semakin lebih praktis dan mulai menggeser sebuah tata cara yang sifatnya konvensional. Hal ini jelas terlihat dari sebuah temuan yang kian menjelaskan sebuah loncatan sejarah dari masa ke masa, selaras dengan sebuah pergantian dari revolusi generasi pertama hingga ini berada di generasi revolusi ke empat.

a. Revolusi Pertama
Revolusi pertama terjadi pada saat adanya temuan dari mesin uap yang lahir sekitar abad ke 18. Dengan adanya sebuah perubahan industri ini jelas mampu mengatrol sebuah perkembangan ekonomi secara signifikan. Hal ini didasari dengan adanya data yang menunjukkan peningkatan rata-rata pada sebuah pendapatan perkapita Negara-negara di dunia menjadi berkali-kali lipat, bahkan sampai dengan 6 kali lipat nya.

b. Revolusi Kedua
Revolusi kedua terjadi pada saat pada adanya sebuah temuan dari mesin pembangkit tenaga listrik dan juga dengan adanya sebuah temuan dari motor pembakaran dalam yang di kenal di dunia luar sebagai combustion chamber. Dengan adanya temuan tersebut mampu memicu penemuan-penemuan yang lainnya seperti dengan hadirnya pesawat telepon, temuan mobil, temuan pesawat terbang dan temuan lain yang mampu mengubah sebuah potret ke arah yang lebih mudah

c. Revolusi Ketiga
Revolusi industri generasi ketiga terjadi dengan adanya sebuah gebrakan dari maraknya teknologi dan dunia internet. Hal ini jelas mendorong sebuah kehidupan ke arah digitalisasi yang membuat sistem kerja menjadi lebih ter remote meskipun berada di tempat terjauh sekalipun.

d. Revolusi Keempat
Revolusi industri yang keempat tentunya menghadirkan pola baru, yang mana adanya sebuah proses disruptif teknologi yang singgah dengan sangat cepat, hal inilah yang membuat suatu keadaan yang membuat dan mampu mengancam sebuah perusahaan dalam keadaan incumbent. Hadirnya pola tersebut menjadi sebuah bukti runtuhnya perusahaan-perusahaan raksasa di era kini. Hal ini jelas mengindikasikan bahwa besarnya sebuah perusahaan bukanlah jaminan, akan tetapi sebuah inovasi dan kegencaran dalam menemukan ruang adalah faktor utama keberhasilan.

Beberapa contoh yang bisa dilihat adalah dengan adanya Uber yang jelas bisa meruntuhkan sebuah industri besar di bidang transportasi di berbagai daerah. Selain itu juga ada Airbnb yang yang jelas sangat mengancam sebuah industri jasa pariwisata, hal ini menjadi bukti bahwa yang kurang gencar bisa termakan oleh yang paling gencar.

Tahapan Dari Posisi Perusahaan
Kepekaan sebuah perusahaan akan sebuah review terhadap perusahaan sendiri, tentunya bisa mampu untuk melakukan sebuah deteksi lebih dini akan posisi yang sedang ditempati dalam persaingan mengelola ilmu pengetahuan dan juga teknologi. Dalam sebuah kajian khusus, ada beberapa hal yang menujukan posisi dari perusahaan yang kini tengah berada dalam era disruptif teknologi dan juga perubahan organisasi dalam industri 4.0 sebagai berikut :

a. Tahap pertama
Tahap pertama yang disebut sebagai signals amidst the noise yang memiliki sebuah arti sinyal di tengah kebisingan yang terjadi. Sebuah contoh bisa anda perhatikan sekitar pada tahun 1990, yang mana polygram merupakan satu dari sekian banyak perusahaan recording yang ada. Akan tetapi memasuki pada tahun 1998, perusahaan tersebut dijual saat sebuah teknologi MP3 baru ditemukan yang mengindikasikan bahwa pemimpin bisa mencicipi polygram yang masih memiliki daya jual yang sempurna.

b. Tahap Kedua
Tahap kedua yang disebut dengan istilah change takes hold atau yang berarti perubahan lingkungan bisnis yang tampak sangat jelas. Memasuki tahapan ini terlihat adanya sebuah perubahan baik dari sisi teknologi maupun dari sisi ekonomis, akan tetapi pada dampak yang bersifat ekonomis kurang begitu jelas perubahannya, karena bisa jadi model dari temuan bisnis baru bisa lebih sukses dan juga menguntungkan atau memerlukan sebuah jangka panjang.

c. Tahap Ketiga
Tahap ketiga yang disebut dengan the inevitable transformation atau sebuah transformasi yang tak terelakkan, yang mana pada tahapan ini sebuah model bisnis baru telah diyakini karena teruji dan mampu lebih baik dari sebuah model perusahaan yang sudah lama. Akan tetapi pada tahapan ini juga sebuah perubahan akan sangat berat, hal ini didasari sebuah perusahaan incumbent relatif telah sangat baik dan tidak segencar dari startup company yang hadir dengan sebuah model yang tampil terbarukan

d. Tahap Keempat
Tahap keempat yang disebut dengan adapting to the new normal atau sebuah adaptasi pada keseimbangan baru, hal ini menjelaskan bahwa perusahaan incumbent sudah ada alternatif lain selain dengan menyelaraskan dengan fundamental industri. Dengan terjadinya perubahan organisasi dalam industri 4.0 sangat jelas membuat perusahaan incumbent berharap agar bisa bertahan di tengah sebuah persaingan yang sedang terjadi. Hal ini jelas bisa menjadi pendeteksi, selain itu juga bisa membuat setiap keputusan dari perusahaan incumbent harus jeli dan cepat untuk tidak terjerumus lebih dalam pada kerugian dengan kata lain perusahaan bisa mati karena bergerak terlalu lambat.