5 Aspek Yang Menentukan Seseorang Dapat Menjadi Assertive Leader

By Gustyana

iStock_19910308_MEDIUM-3-e1492787812186-1024x412 (1)

Kemampuan asertive pada leader ternyata sangat dibutuhkan untuk dapat memiliki leader yang sesuai. Mengapa bisa begitu? Sebelum itu, perlu diketahui mengenai kemampuan asertive. Asertive sendiri memiliki pengertian yang cukup luas dan cukup berkaitan dengan cara menjadi seorang leader yang pantas. Asertive bisa berarti merupakan sikap seseorang yang mampu bertindak atau bekerja sesuai dengan keinginannya tanpa paksaan dari siapapun.

Selain itu, asertive juga bisa diartikan sebagai kemampuan dalam mengekspresikan perasaan, hak, pikiran, dan kepercayaan secara jujur, terbuka, dan terhormat tanpa mengganggu orang lain. Dari hal tersebut bisa termasuk dari ciri-ciri menjadi seorang leader yang pantas. Di dalam sikap arsetive ada unsur-unsur yang bisa menunjukkan dengan jelas leader seperti apa yang pantas untuk memimpin suatu perkumpulan.

Ada unsur verbal, yang artinya leader bisa mengatakan apa yang ingin dikatakan dengan jelas, menunjukkan respon terhadap situasi apapun, dan mampu mengungkapkan perasaan yang dirasakan. Unsur lainnya yaitu non verbal, di mana leader mampu mengekspresikan wajah sesuai dengan suasana hati, berbicara dengan tegas dan lancar, serta memiliki postur tubuh yang terlihat santai, namun, tetap tegak dan tegas secara bersamaan. Kemampuan tersebut adalah ciri-ciri untuk bisa menjadi seorang leader yang tangguh dan pantas.

Dari unsur-unsur tersebut, ada beberapa aspek yang tidak akan bisa lepas dari perilaku asertive pada seorang leader. Aspek apa sajakah itu? Dan apakah semua orang pantas untuk menjadi seorang leader? Inilah aspek-aspek asertive yang mendukung seseorang untuk bisa menjadi seorang leader.

Aspek Dalam Bertanggung Jawab
Leader haruslah memiliki tanggung jawab dalam segala apa yang telah diperbuat. Orang-orang yang mengerjakan tugas-tugasnya dan mampu menanggung segala macam risiko yang akan datang padanya merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang leader. Menjadi leader bukan hanya untuk suatu organisasi yang beranggotakan dalam jumlah besar saja. Seorang leader yang baik juga mampu bertanggung jawab pada sebuah organisasi kecil.
Itu artinya, sikap tanggung jawab dibutuhkan oleh semua orang. Dan pastinya, seorang leader harus bisa menanggung segala akibat yang telah dilakukannya dalam menjalankan tugas-tugas.

Aspek Bersikap Tegas
Perilaku tegas menjadi salah satu kemampuan asertive yang sangat dibutuhkan bagi para leader. Tegas dalam mengambil keputusan, tegas dalam mengungkapkan apa yang dirasakan, tegas dalam memberikan tugas pada pegawai, tegas dalam berperilaku dan bersikap, dan tegas dalam mempertahankan hak-hak. Dengan ketegasan, leader tidak akan mudah goyah atau terpengaruh dengan hal-hal yang memberikan dampak buruk bagi kepemimpinannya.

Selain itu, prinsip, visi, dan misi yang telah Anda buat bisa terwujud dengan adanya sisi tegas dari seorang pemimpin. Sehingga, jika seorang leader sedang dalam sisi terlemah, keadaan tersebut tidak akan dengan mudah dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sikap tegas dapat menjaga wibawa dari seorang leader.

Aspek Hormat Terhadap Orang Lain
Hormat terhadap orang lain akan membawa leader dalam sebuah jalinan baik dengan banyak orang. Dari inilah leader bisa mendapatkan koneksi yang luas di mana saja dan kapan saja. Selain itu, sikap hormat terhadap orang lain juga merupakan keharusan dalam bersosial. Orang yang pandai dalam bersikap hormat terhadap orang lain mampu membawa dirinya untuk selalu berperilaku baik kepada siapa saja.

Tidak hanya itu, mampu hormat kepada orang lain itu artinya orang tersebut juga memiliki rasa empati yang tinggi, tidak suka menyinggung perasaan orang lain, berani meminta maaf jika salah dan mudah memaafkan orang lain, serta mudah menolong orang yang sedang kesusahan. Sikap-sikap tersebut sangat dibutuhkan dalam diri dan jiwa seorang leader. Oleh karena itu, sudahkan Anda bersikap hormat terhadap orang lain?

Aspek Bersifat Jujur
Aspek ini merupakan salah satu aspek yang sangat susah untuk ditemui pada semua orang. Jika bertanya satu per satu pada setiap orang, apakah Anda selalu jujur atas apa yang diucapkan? Maka jawabannya, tidak semua. Bersikap jujur merupakan salah satu sikap yang tidak mudah. Karena ada alasan orang menutupi apa yang telah dilakukan sebelumnya agar tidak terjadi pertengkaran atau permusuhan.

Mencari seorang leader yang menjunjung tinggi kejujuran tidaklah mudah. Itu sebabnya, aspek ini menjadi salah satu aspek yang harus dipenuhi dalam menjadi seorang leader. Orang yang memiliki kemampuan asertive adalah orang yang mampu mengungkapkan segala sesuatunya dengan jujur. Baik dalam perkataan, ekspresi wajah, maupun perlakuan. Orang yang mampu mengungkapkan rasa tidak suka atau tidak setuju terhadap sesuatu bisa menjadi seorang leader yang baik.

Aspek Bersikap Percaya Diri
Aspek terakhir dalam menjadi leader adalah aspek bersikap percaya diri. Kepercayaan diri seseorang bisa dilihat dari cara menyampaikan sesuatu kepada orang banyak. Percaya diri itu artinya leader tidak merasa ragu maupun malu untuk mengkomunikasikan apapun kepada orang banyak dengan sangat baik. Orang-orang yang memiliki kemampuan asertive adalah orang yang mampu menyampaikan pendapat atau masukan dengan cara yang baik, lancar, dan juga sopan.
Penyampaian yang dilakukan pastinya tidak memiliki maksud untuk menyinggung perasaan orang lain. Percaya diri itu juga artinya leader tidak memiliki rasa pantang menyerah dalam menyampaikan apa yang dimaksud kepada semua orang. Dengan begitu, leader mampu memimpin kelompoknya dengan sangat baik.

Semua orang bisa menjadi seorang leader. Tanam dan hidupkan kemampuan asertive pada leader di diri Anda. Hingga Anda bisa memimpin kelompok dengan sangat baik.