4 Hal Yang Penting dan Harus Dilakukan Dalam Pengelolaan SDM Di Era Vuca

By Gustyana

vuca-1

Kini semakin hari kita akan menghadapi banyak sekali tantangan baru yang mengharuskan kita bisa menyesuaikan diri dengan era tersebut, salah satunya dengan era vuca. Apalagi di Indonesia kini kita sedang menghadapi era vuca yang semakin kompleks dan penuh dengan tantangan. Selain perubahan dalam lingkup bisnis yang membawa dampak membuat bisnis menjadi semakin ambigu, dalam ruang lingkup lainnya juga berdampak parah seperti pemberdayaan manusia. Kita sebagai generasi baru harus mampu menyesuaikan dengan hal-hal baru yang terjadi. Belum lagi di dunia politik yang bahkan semakin parah. Di era vuca ini banyak yang berpendapat bahwasanya menjadi eranya untuk para pemuda untuk berkreasi dan menunjukkan kreatifitasnya. Ditargetkan untuk para pemuda akan mampu menduduki posisi strategis dan masuk dalam dunia perusahaan ternama.

Dengan begitu, persaingan pun akan semakin ketat dan setiap individu diharuskan untuk memiliki talenta yang unik. Sudah banyak dibuktikan oleh perusahaan ternama dan sekarang ini cukup sukses seperti GoJek, Facebook, Airbnb, Snapchat, dan Dropbox. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini dikarenakan CEOnya itu dodimasi oleh para kalangan muda. Tidak hanya CEO, untuk memajukan perusahaan dan membuatnya semakin berkembang itu juga dipengaruhi oleh pemimpin divisi dan pemimpin department. Karena, peran CEO biasanya hanyalah pengarah, yang menjalankan ide dan gagasan kreatif itulah para bawahannya atau pegawai yang memiliki ide dan isu-isu yang masih hangat.

Untuk contoh lembaga negara yang berkembang dengan para pegawainya itu merupakan kaum muda seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga negara lainnya. Untuk kinerja dari BI dan OJK sendiri cukup bagus dan selalu mengalami perkembangan baru.

Proses requirment pun dilakukan hanya untuk para pemuda dalam ruang lingkup umur yang masih muda. Jelas hal ini berbeda dengan kantor atau lembaga negara lainnya yang didominasi oleh kalangan dewasa yang umurnya itu di atas 40 tahun. Karena di atas umur ini, biasanya orang dewasa tidak lagi mampu berpikir kreatif. Meskipun ada, paling hanya ada beberapa diantara sekian banyak pegawai.

Maka dari itu, sebagai pribadi baru kita diharuskan untuk memiliki talenta yang unik dan berbeda dengan orang lain. Jika sudah, Anda tidak harus lagi khawatir dengan persaingan dunia kerja yang semakin hari semakin kompleks saja. Dari sisi orang dewasa, mereka diharuskan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan anak muda agar tetap bisa bekerja sama beradaptasi. Di era vuca ini juga, jika ada pimpinan yang suka memerintah atau dikenal dengan istilah bossy, maka dipastikan lama-kelamaan perusahaan tersebut bisa kehilangan SDM satu persatu.

Karena, menurut kejadian dan pengalaman masa lalu gaya kepemimpinan bossy ini hanya akan memperkeruh suasana dan membuat para pekerja merasa jenuh dan tidak nyaman dalam bekerja. Hal ini dikarenakan generasi muda ini lahir di era millineal dan tidak cocok dengan lingkungan kerja yang berlaku. Vuca ini merupakan singkatan dari kata Volatile (gampang berubah pendirian), Uncertain (bimbang), Complex (rumit), dan Ambigue (bermakna ganda). Katau atau istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh militer dari Amerika untuk menggambarkan kondisi geo-politik yang terjadi pada saat itu. Karena memiliki makna yang sama, maka diadaptasikanlah isitlah vuca ini ke dunia bisnis. Kita tidak akan bisa dan mampu mengubah vuca ini, yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha sebisa mungkin untuk bisa menghadapi vuca selanjutnya.

Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Siap Menghadapi Era VUCA

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi era vuca:
• Untuk para CEO dan pimpinan Devisi
Para CEO atau pimpinan di sebuah perusahaan memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan ke depannya. Itulah kenapa para CEO ini diharuskan untuk memiliki sikap sigap dalam menghadapi lanskap bisnis yang sekarang ini sangat cepat berkembang dan bisa terpengaruh juga. Hal yang bisa dilakukan oleh CEO bisa dengan melakukan transformasi budaya perusahaan. Dalam dunia kerja memang tidak ada aturan tertentu yang mengikat secara formal, namun terjadi begitu saja. Bisa dikatakan berlaku secara otomatis dan natural.

• Membentuk organisasi yang fleksibel
Maksud organisasi fleksibel disini ialah bagaimana agar organisasi tempat kita bekerja itu mampu mengubah kepribadiaan para pegawainya agar mampu menyesuaikan dengan dunia yang sudah semakin berubah. Juga saat terjadi gejolak tertentu, CEO perusahaan harus mampu mempengaruhi para pegawainya agar tidak terpengaruh. Apalagi sekarang ini gejolak terjadi dengan tidak menentu. Jika biasanya perubahan terjadi dari A ke B atau B ke C, sekarang ini bisa saja acak dan tidak sesuai dengan prediksi.

• Tidak menggunakan istilah kekuasaan siapa
Dalam dunia bisnis apalagi suatu perusahaan, pasti banyak para pegawai yang memiliki ego tinggi dan tidak ingin kalah. Namun, ada baiknya kita ini menyesuaikan diri agar tidak menjadi seperti mereka pula. Karena kemungkinan yang mungkin terjadi bisa Anda yang dipecat atau CEO Anda yang akan memindahkan Anda ke divisi lain.

• Mendorong adanya perubahan untuk para pegawai
Suatu perusahaan yang sukses dan berkembang itu bisa karena CEO yang mampu memberikan pengaruh kepada para pegawainya hingga mereka bisa berubah dan memiliki ide kreatif lainnya. Seperti perusahaan Facebook yang semakin hari semakin berkembang dan masih mampu eksis karena talenta-talenta muda yang mereka miliki.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi era vuca yang sangat sensitif pada dunia bisnis, agar Anda memiliki performa yang jauh lebih bagus lagi dalam berkreatifitas di kantor atau tempat bisnis Anda bekerja.