Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Era Marketing 4.0 dan Karakterirstik Era Tersebut

By Gustyana

Marketing Evolution 4.0

Dunia markteting memang terus mengalami perkembangan. Jika dulunya Anda hanya mengenal dan mengetahui marketing 1.0, 2.0 serta 3.0. Maka kini sudah muncul satu lagi era marketing 4.0 yang merupakan jenis marketing yang lebih berfokus pada kemanusian di era digital atau juga dikenal marketing 3.0 ditambah digital.

Mengenal Era Marketing 4.0 Lebih Dekat
Marketing 4.0 ini merupakan sebuah pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan interaksi antara sistem offline dengan online. Marketing 4.0 ini juga menginteraksikan style dengan subtance sehingga mereka tidak hanya mengedepankan sebuah merek atau branding yang bagus saja, namun juga selalu membuat konten yang relevan dengan para konsumennya.

Style tersebut cukuplah penting sebab jika Anda tidak mempunyai style maka hal tersebut tidak akan berguna karena akan dilewati dengan begitu saja. Namun saat ini orang tidak hanya membutuhkan style saja, akan tetapi juga menginginkan untuk mengetahui substansinya. Untuk itulah, dikatakan jika substansi juga menjadi cukuplah penting.

Dari Tradisional Menuju Ke Digital
Pada dasarnya era ekonomi digital atau lebih tepatnya era marketing 4.0 tidak pernah mengatakan jika harus bersifat 100% digital. Karena umumnya interaksi secara digital tidak akan cukup, maka dari itu hingga kini aktivitas offline masih sangat dibutuhkan.

Saat ini perkembangan teknologi digital memang cukuplah pesat, sehingga memungkinkan konektivitas antara mesin dengan mesin. Selain koneksi antara mesin dengan mesin, Anda juga harus bisa menciptakan hubungan yang baik antara manusia dengan manusia agar perkembangan teknologi digital tidak berhenti pada satu jenis teknologi saja.pada dasarnya ada dua metrik yang dapat digunakan untuk mengukur ataupun mengevaluasi kinerja marketing 4.0 yakni dengan BAR dan juga PAR.

BAR merupakan sejumlah orang yang membeli sebuah produk dan merasa puas, namun mereka tidak berani atau malas mengukur advokasi. Sementara PAR merupakan sejumlah orang yang membeli dan dibagi dengan jumlah orang yang aware. Pada dasarnya PAR ini sering digunakan untuk melihat seberapa efektif iklan milik Anda. Misalnya melihat berapa pesen orang yang membeli produk miliki Anda, dan hal ini dilihat melalui indek 100%. BAR ini biasanya digunakan untuk Growth sementara PAR digunakan untuk market share.

Apakah Marketing Tradisional Sudah Menjadi Usang?
Apakah Anda termasuk orang yang sering bertanya-tanya, apakah dengan adanya marketing 4.0 ini dapat membuat marketing tradisional menjadi usang? Sebenarnya jawaban dari pertanyaan tersebut cukuplah mudah yakni tidak. Karena daalm marekting 4.0 tidak akan menggantikan pemasaran marketing tradisional. Namun sebaliknya, marketing tradisional dan marketing 4.0 hadir bersama-sama atau disebut coexits di era zaman sekarang. Keduanya memang saling melengkapi perannya masing-masing, khususunya dalam perjalanan pelanggan (customer path).

Jika dulunya, costomer path hanya dikenal dengan 4A (Attitude, Aware, Act Again serta Act), maka sekaran costomer path sudah mengalami perubahan menjadi 5A (Act, Aware, Ask, Advocate serta Appeal). Nah, dalam customer path inilah, marketing 4.0 dan marketing tradisional hadir secara bersaa-sama. Perlu Anda ketahui, jika marketing 4.0 ini juga menggunakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan antaran interaksi secara online dan juga offline. Hal ini bertujuan untuk bisa meraih kemenangan advokasi dari konsumen.

Customer Path Yang Ideal Dalam Marketing 4.0
Pada dasarnya model costomer path yang sangat ideal untuk digunakan marketing 4.0 adalan yang mempunyai model bow tie atau dasi kupu-kupu. Dengan adanya model bow tie maka Anda bisa mempunyai orang yang aware dan juga bisa advokasi, meskipun mereka tidak membeli produk Anda.
Umumnya costumer path ini mempunyai empat bentuk, yakni:
 Goldfish, merupakan sebuah bentuk industri yang mempunyai produk yang masih sangat membingungkan para konsumen dan juga membuat konsumen selalu bertanya-tanya mengenai bentuk produk tersebut. Biasanya industri ini bergerak di bidang jasa. Disini memang banyak yang tanya dan membeli, namun advokasinya masih sangat sedikit.

 Funnel, merupakan salah satu industri yang pada umumnya. Mengenai orang yang aware ke advokasi akan semakin murun. Bentuk industri ini biasanya yang menjual barang elektronik.

 Door knob, merupakan sebuah industri barang konsumsi. Biasanya setiap orang yang membeli produk ini memang sudah mengetahui ekspektasi dari produk tersebut. bentuk industri ini mempunyai pembeli, namun tidak akan mau advokasi.

 Trumpet, merupakan salah satu bentuk industri barang mewah. Misalnya mobil ferrari yang beli Cuma sedikit, namun mau advokasi ataupun tidak akan membelinya, akan tetapi tetap mau advokasi.

Demikianlah, marketing 4.0 ini memang sangatlah cocok dengan era saat ini karena sudah menggunakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan antara interaksi online dengan offline serta antara pelanggan dengan perusahaannya. Nah, semoga apa yang sudah dibahas di atas bisa bermanfaat dan menambah daftar referensi bacaan untuk Anda semua yang sedang mencari info seputar era marketing 4.0.