Menciptakan Lingkungan Bisnis Anda Menjadi Sebuah Learning Organization

By Gustyana

learning

Dalam sebuah Organisasi Pembelajar (Learning Organization) semangat belajar dan terlebih lagi budaya belajar, sangat penting dimiliki oleh setiap individu. Hal ini hanya bisa terjadi ketika individu di dalam organisasi menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Mereka menjadi orang-orang yang belajar bukan karena diperintahkan atau diatur oleh organisasi, melainkan belajar karena kebutuhan dan tanggung jawab pribadi untuk mengembangkan diri.

Begitu besarnya tantangannya dalam, membentuk karakter pembelajar di dalam organisasi memang sebuah tugas yang tidak mudah, Ada lima aktifitas sebagai kemampuan dasar yang harus dimiliki organisasi pembelajar pertama problem solvimg yang sistematik (systematic problem solving); kedua percobaan (experimentation), ketiga belajar dari pengalaman masa lalu, keempat, belajar dari yang lain (learning from others), kelima transfer pengetahuan ( transfer knewledge).

Dasar dari lima aktifitas dasar diatas adalah harus dimiliki oleh organisasi yang mereka mengikrarkan diri mereka adalah learning organization.

Mengapa Organisasi Perlu Belajar ?
Setidaknya ada empat alasan penting mengapa organisasi perlu terus belajar meskipun bisa jadi saat ini telah menjadi organisasi yang relatif lebih baik dibandingkan organisasi sejenis.

*1. Kompetisi Yang Semakin Ketat*
_Jika kita perhatikan saat ini, kompetisi yang ada semakin ketat. Sebuah perusahaan atau organisasi tidak bisa menganggap sebelah mata kompetitornya karena kelengahan sedikit dapat membuat ketertinggalan. Agar bisa memenangkan kompetisi atau setidaknya tidak tertinggal dari kompetisi, diperlukan proses belajar yang terus menerus_

*2. Sinergi Antar Anggota Tim*
_Hampir tidak ada pekerjaan yang sama sekali tidak membutuhkan orang lain. Terlebih dalam organisasi yang baik, maka kekuatan utamanya terletak pada bagaimana menciptakan sinergi diantara anggota tim yang ada. Masing-masing orang belajar dan membawa hasil belajarnya untuk saling menyokong dan memperkokoh tim_.

*3. Perubahan Yang Sangat Cepat*
_Perubahan di dunia bisnis secara umum terjadi sangat cepat. Sesuatu bisa menjadi tren untuk kemudian secara tiba-tiba tergantikan dengan tren lainnya. Sebuah penemuan demi penemuan terus menerus terjadi dan saling menguatkan serta menggantikan satu sama lain. Untuk menghadapi perubahan tentu saja diperlukan kemampuan belajar dari situasi yang ada sehingga dapat menghadapi segala perubahan dengan percaya diri_.

*4. Mengantisipasi Masa Depan Yang Penuh Ketidakpastian*
_Siapa yang menyangka akhirnya ekonomi raksasa seperti Amerika Serikat dapat runtuh gara-gara kredit perumahan (sub-prime mortgage) ? Siapa yang mampu menebak arah bisnis dan perekonomian 10 tahun mendatang. Ya, manusia harus sadar bahwa hari esok penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Organisasi yang belajar, meskipun tetap menghadapi ketidakpastian, namun lebih siap dan terbuka menghadapi apapun yang terjadi ke depannya_.

Dengan adanya 4 hal diatas, mengapa sebuah organisasi perlu adanya pembelajaran dan kita akan mempeljari beberapa metode untuk melakukan learning organization, dengan mengetahui beberapa metode learning organization, maka dapat kita analogikan seperti ini dengan adanya metode problem solving atau pemecaan masalah dalam learning organization, adalah sebuah contoh kasus real dan merupakan tehnik latihan dalam pemecahan kasus sehingga anggota organisasi lebih berdisiplin dalam pemikiran dan memperhatikan secara komprehensif setiap aktifitas pekerjaan. dengan beberapa metode problem solving seperti metode Demming, Plan Do Check Action (PDCA), tehnik hipotesis-generalisasi, tehnik hipotesis dan uji, tehnik fact base management, histogram, Parreto Charts, korelasi, dan lainnya sangat banyak metoda yang dapat digunakan

Proses aktifitas kedua dalam learning organization adalah sebuah aktivitas yang secara sistematis mencari dan mencoba pengetahuan baru dengan menggunakan beberapa metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara scientific. yang tentunya akan memudahkan dalam pemecahan seseorang. ada dua tehnik dalam melakukan percobaan adalah Pertama tehnik on going, sebuah serangkaian eksperimen kecil unttuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam bekerja. Dan tehnik kedua adalah demonstration project adalah sebuah proyek yang dijalankan dalam kepentingan holistik, sistem yang lebih luas, dan biasanya dalam rangka peningkatan kapabilitas organisasi contohnya saja ; melakiukan investasi untuk bidang ERP agar memudahkan kita dalam membuat pelaporan keuangan untuk semua Divisi dalam organisasi korporasi. Biasanya hal ini dikembangkan oleh team multifungsi yang melaporkan perkembangannya langsung kepada senior manajemen. Belajar dari pengalaman masa lalu, dilakukan karena perusahaan harus mereview kesuksesan dan kegagalan, menilainya secara sistematis serta merekamnya sebagai pelajaran dalam bentuk yang dapat ditemukan dan diakses oleh anggota organisasi. karena Organisasi pembelajar adalah usaha mengahadirkan seni membuka diri dan perhatian dalam mendengarkan. Ide untuk memaksimalkan kapabilitas organisasi dilakukan dengan mentransfer pengetahuan secara luas, bukan hanya oleh kalangan tertentu

Setelah mengetahui 2 metode yang ada dalam learning organization, yang tidakkalah pentuing juga kita harus memahami tentang 5 komponen yang harus dimiliki dalam pembelajaran organisasi sesuai dengan pakar ahli Peter Senge dalam “The Fifth Discipline” menyebutkan ada 5 komponen yang harus ada dalam sebuah Learning Organization yakni:

1. System Thinking – adanya keterkaitan dan saling tergantung diantara seluruh fungsi-fungsi organisasi. Semuanya bekerja dalam satu kesatuan dalam satu sistem.

2. Shared Vision – visi yang dimiliki oleh semua orang dalam organisasi. Visi ini bukanlah sesuatu yang dipaksakan oleh pimpinan organiasasi melainkan sebuah visi yang bisa diterjemahkan di setiap level sehingga dapat diakui sebagai visi bersama. Visi ini akan menciptakan fokus dan energi dalam proses pembelajaran.

3. Personal Mastery – setiap orang memiliki kemampuan khusus yang khas. Keahlian individual ini akan menjadi nyata ketika setiap individu di organisasi memberikan komitmen tinggi dalam proses pembelajaran dirinya sendiri sehingga menjadi pakar di bidangnya yang nantinya akan membawa manfaat besar dalam organisasi.

4. Mental Models – yakni sebuah proses mental yang dimiliki bersama oleh seluruh anggota organisasi dengan belajar nilai-nilai yang sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi dan membuang nilai-nilai yang tidak relevan serta menghambat.

5. Team Learning – akumulasi pengetahuan dari pembelajaran setiap individu yang kemudian dibagi kepada anggota organisasi lainnya sehingga menjadi pengetahuan tim.

Dengan lima komponen diatas perlunya melakukan perubahan paradigma organisasi untuk mengubah pola pikir lama pembeljaran dengan sebuah pandangan baru dalam melakukan pembelajaran organisasi, sehinggan dapat dimungkinkan untuk melakukan budaya untuk sadar belajar mandiri (kebutuhan untuk belajar karena memang perubahan bisnis sangat cepat) pada setiap insan individu, adapun yang sangat diperlukan dalam menciptakan budaya belajar di organisasi adalah dengan mengubah paradigma dari belajar gaya lama dengan belajar gaya baru. Pendekatan lama diantaranya:
• Kegiatan pembelajaran/pelatihan hanya ada di ruang kelas
• Pelatihan adalah tanggung jawab bagian Sumber Daya Manusia (HR)
• Pelatihan dan pembelajaran harus serius dan formal
• Ilmu yang didapat disimpan untuk diri sendiri
• Tergantung pada fasilitator atau trainer dari luar organisasi
• Kegiatan Belajar adalah kewajiban dan ditentukan oleh pimpinan
• Kegiatan pelatihan hanya untuk mengatasi kebutuhan saat ini
• Kegiatan pelatihan/pembelajaran tergantung jadwal dan penugasan yang telah ditentukan

Adapun pendekatan baru yang harus mulai diadopsi oleh organisasi yang ingin menumbuhkan budaya belajar diantaranya:
• Kegiatan pembelajaran/pelatihan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja
• Setiap orang bertanggung jawab, baik dalam departemen maupun sebagai individu
• Kegiatan belajar harus menyenangkan, mudah, dan menarik
• Ilmu untuk dibagi agar tumbuh dan berkembang bersama-sama
• Menciptakan internal trainer dan fasilitator di dalam organisasi
• Proses belajar adalah pilihan pribadi untuk pengembangan pribadi
• Belajar untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang
• Belajar dilakukan secara terus menerus untuk memperkaya diri dengan pengetahuan baru yang relevan dengan perubahan dan tantangan zaman

Dengan mengadopsi pendekatan baru tersebut, kegiatan belajar gaya lama yang birokratis digantikan dengan pendekatan baru yang lebih luwes, maka disini peran perusahaan atau organisasi dalam hal ini adalah memberikan dukungan dan fasilitasi sehingga proses transformasi individu maupun organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Semoga kita dapat memnjadi agen perubahan dalam organisasi kita, dan yang tidak kalah penting adalah selain fungsi HR sebagai Agen Perubahan, perlunya mendapatkan dukungan dari top manajemen untuk konsisten dan berkomitmen dalam menerapkan pembelajaran organisasi secara konsisten.

Salam sukses penuh keberkahan.