Meningkatkan Peran Training Center Menjadi Sebuah Lembaga Belajar Sumber Daya Insani

By Gustyana

libraries

Tidak semua orang mampu dalam mengelola training center yang benar, selain tidak memiliki pengetahuan dalam mengelolanya juga. Padahal di zaman sekarang ini training center sangatlah dibutuhkan, demi mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Namun masih banyak orang yang tidak memperdulikan training center, bahkan tidak sedikit pula yang tidak mengetahui apa itu training center dan apa fungsinya. Training center merupakan pusat pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, karena itulah lembaga ini sangat diperlukan. Terutama bagi Anda yang memiliki pendidikan sampai di sekolah saja, sebab saat ini banyak lulusan SMA yang tidak kuliah namun bingung untuk bekerja. Apalagi saat ini untuk masuk dalam dunia kerja sangat kecil kemungkinan seorang lulusan SMA untuk diterima, ditambah lagi jika Anda melamar pada jabatan yang tinggi. Oleh sebab itu jalan satu-satunya agar lulusan SMA dapat bekerja, terutama jika training center tersebut bergerak di bidang pelatihan kewirausahaan. Karena jika terus berharap untuk bekerja di kantoran tentunya dibutuhkan waktu yang lama, mengingat bekerja pada bidang tersebut banyak peminatnya. Ditambah lagi training center juga dibutuhkan untuk mereka yang telah memiliki pekerjaan, hal ini bertujuan agar kinerja mereka terus bagus.
1. Melakukan analisis kebutuhan training jabatan
Tujuan diadakannya analisis ini untuk mengetahui jabatan apa saja yang terdapat pada suatu organisasi sehingga dapat mempermudah dalam memutuskan membuat training pada saja yang dibutuhkan pada setiap jabatan. Namun untuk melihat jabatan dalam sebuah organisasi tidaklah sulit, sebab Anda hanya perlu melihat struktur organisasinya saja. Untuk melihat kebutuhan training pada setiap jabatan maka Anda dapat melihat uraian kerja atau job description dimana umumnya mencantumkan kebutuhan training yang dipersyaratkan. Namun apabila tidak tercantum maka Anda dapat mengumpulkan data primer, dimana data ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu melakukan wawancara, membagikan kuesinor kepada atasan yang mengerti atau mengetahui tentang jabatan tersebut serta kebutuhan training pada saja yang dipersyaratkan, atau membuat daftar nama training yang bersifat umum lalu para atasan tersebut harus check list training mana saja yang dipersyaratkan dalam sebuah jabatan. Kemudian nama-nama training yang diberikan pada setiap jabatan sangat bagus jika dikelompokkan pada 3 katagori, yaitu training teknikal skill, traning mangerial, dan induction training.
Dari ketiga jenis training ini, induction training wajib diikuti oleh seluruh karyawan terutama karyawan baru. Traning teknikal skill merupakan training yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang yang berhubungan dengan teknis melaksanakan pekerjaanya, untuk traning managerial bertujuan untuk meningkatkan kemampuan managerial seseorang yang berhubungan dengan fungsi perencanaan hingga evaluasi. Sedangkan induction training bertujuan untuk memperkenalkan organisasi, baik dari segi kebijakannya maupun corporate culturenya dimana hal ini wajib diketahui oleh karyawan baru. Karena itu pada training ini para pe