4 Elemen Utama Yang Menentukan Barisan Customer Anda Happy

By Gustyana

Employee Happy 2017

Ada banyak harapan seseorang yang berkarir, untuk bersenandung dalam pemenuhan kebutuhan kita dalam hidup ini, ada banyak studi mengungkapkan bahwa banyak karyawan yang tidak engage dengan perusahaannya karena gaji mereka yang termehek – mehek.

Data menunjukkan dari hasil riset Dale Carnegie tahun 2014 bahwa semua karyawan di dunia ini 71% tidak engage, dan perusahaan setiap tahunnya harus menanggung derita yang memilukan,harus menanggung kehilangan biaya turn over karyawan 11 milyar per tahun, kalau buat beli bakso berapa mangkok ya dengan duit sebanyak itu guys…..he..he…

Employee engagement Data 2014 dale carnegie

Dengan kata lain hampir sebagian besar karyawan di dunia ini tidak engage dengan organisasi tempat mereka bekerja. Karena faktor yang membuat karyawan engage selain gaji yang disesuaikan dengan kebutuhan hidup zaman now ini, adalah bagaimana tugas – tugas yang menantang diberikan kepada karyawan sehingga dia bisa belajar dan tumbuh dengan seiring besarnya organisasi perusahaan, dan ada alasan lain dibalik seseorang engage dengan organisasinya adalah kesempatan untuk mendapatkan pengembangan yang disesuaikan dengan kompetensi seorang karyawan, dan tidak kalah menariknya sobat sekalian, ternyata atasan yang memiliki inspiring leadership sangat dibutuhkan untuk jawaban tantangan organisasi bisnis saat ini.

Pentingnya divisi HR dalam melakukan retain kepada karyawan dalam menciptakan budaya organisasi yang selalu memperdengarkan budaya perusahaan kita, dan tujuan perusahaan kita kedepan dengan clearance akan membuat setiap karyawan akan mengetahui kemana akan pergi bersama dengan organisasi tempat mereka bekerja, alih -alih mereka membuat perencanaan dan langkah action mereka dalam perilaku kerja tentu akan mengarah sesuai dengan tujuan kedepan perusahaan, tentunya juga divisi HR harus membuat kebijakan yang menarik untuk merumuskan reward system yang menarik untuk setiap karyawan yang berprestasi itu akan justru menjadikan karyawan memiliki keinginan untuk tumbuh dan berkembang seiring dengan besarnya organisasi perusahaan, seorang karyawan yang merasa dihargai dengan hasil kontribusinya kepada organisasi sehingga karyawan akan banyak yang engage dengan organisasi mereka.

Tetapi tidak banyak organisasi yang menyadari pentingnya melakukan retain terhadap karyawan, dengan kita mendengarkan suara dari karyawan adalah bagian dari penghargaan kepada mereka, karena wahai para manajemen perusahaan barisan dari karyawan inilah yang sebenarnya merupakan ujung tombak dari perusahaan, apabila karyawan kita buat happy, maka dimungkinkan bahwa karyawan dengan senang hati akan memberikan pelayanan kepada customer dengan sepenuh hati.

Karyawan happy, produktifitas meningkat, income perusahaan pun akan meningkat lho coba deh kalo prinsip ini benar – benar dipegang dan manajemen perusahaan memperhatikan ini secara khusus, maka sudah dapat hampir dipastikan sebagian dari pelanggan kita akan loyal kepada layanan dan produk perusahaan kita. Namun sebaliknya, apabila barisan karyawan di internal kita saja sudah tidak engage, yang ada malah mengeluh dan demotivasi, tinggal waktu saja yang akan berbicara, kalau customer kita pun perlahan akan meninggalkan kita. Ujung-ujungnya hanya akan masuk dalam kekelaman memilukan terkapar lemas karena pundi pundi uang akan susah kita cari.

Beberapa kunci pokok agar karyawan kita engage pada organisasi kita adalah:

1. Immediate Supervisor
Atasan langsung sangat mempengaruhi pada keberhasilan anak buahnya, banyak studi membuktikan bahwa ada beberapa pendapat para ahli, seorang bawahan yang mendapatkan atasan yang kurang bisa memberikan tantangan pekerjaan, dan memberikan ruang gerak untuk berkembang cenderung akan membuat seseorang tidak engage dengan organisasi tersebut. A good manager makes people feel valued. This leads to confidence, empowerment, enthuasism, and inspiration, ..which in turn leads to engagement

2. Values
Seseorang bekerja dan bergabung dengan sebuah institusi organisasi, pasti akan menyesuaikan diri dengan kondisi value perusahaan yang baru. Seseorang memiliki sebuah values (nilai) dalam diri, dan pribadi seorang pasti akan menyesuaikan diri dengan nilai organisasi tempat dimana mereka bekerja, keharmonisan dan keselerasan antara nilai pribadi dan nilai organisasi inilah yang membuat seseorang akan bertahan dengan organisasi tersebut atau get out, dengan beberapa pertimbangan bahwa nilai pribadi kita sesuai denga tujuan mereka bekerja.

3. Communication
komunkasi yang clear sangatlah penting untuk bisa menjalin hubungan dengan tim, dan target tujuan organisasi yang ingin di capai oleh manajemen, komunikasi yang efektif dari pucuk pimpinan, senior leader, kemudian turun ke middle manager sampai kepada staff tentu sangat ditentukan oleh strategi komunkasi yang baik, dan jelas isi informasi yang disampaikan.Komunikasi yang clear sangat dibutuhkan untuk dinamika sebuah organisasi agar semua insan di dalam organisasi jelas ingin sampai pada tujuan bersama.

4. Diversity and Inclusion

Keragaman dan inkulsi ini merupakan isu tantangan manajemen HR saat ini, dimana Divisi Human Capital harus dapat mengelola berbagai keragaman dan inklusivitas setiap divisi untuk bisa menjadi satu tujuan dengan kolaboratif, tidak ada berbagai kepentingan didalam mencapai tujuan organisasi.

Engagement Desember 2017

Mengharkatkan manusia dirasa sangat menarik untuk dibahas, Pandangan ini bagaimana melihat manusia sebagai sebuah aset perusahaan. Ada banyak perusahaan yang terus memperbaiki sistemnya untuk menjaga para talent di organisasi mereka untuk tidak pindah ke lain hati. Contohnya saja bagaimana perusahaan melakukan salary survey sehingga manajemen mengetahui posisi standar gaji perusahaan mereka berada diatas atau dibawah harga pasar, ada pepatah mengatakan bahwa if you pay peanuts, you get monkey artinya ya apabila standar gaji perusahaan kita dibawah rata-rata amat sangat terasa sulit untuk menarik talent yang ciamik untuk masuk pada organisasi kita, maka sebaiknya dapat menjadi bahan pemikiran untuk manajemen perusahaan untuk memberikan standar gaji diatas harga rata-rata industri yang sama.

Selain itu juga memberikan training kepada karyawan dengan loyal, sama saja dengan meningkatkan skills dan kemampuan karyawan. Buatlah setiap karyawan memiliki jadwal training sebulan sekali, dalam setahun bisa 12 kali training

Kemudian untuk tetap menjaga semangat keterikatan karyawan, buatlah jenjang karir yang tidak terlalu panjang layernya, dan kita bangun budaya untuk membuat penilaian kinerja setiap individu karyawan sefair mungkin dan system reward yang jelas juga.

Dimungkinkan saja sih kalau penilaian kinerja karyawan sangat tergantung dengan kebaikan atasan, tetapi sangat yakin kalau kita bisa berhasil mengambil hati komitmen manajemen untuk pentingnya menumbuhkan semangat karyawan dalam memberikan penilaian yang fair dan terbuka sangat mungkin nanti apabila sistem ini diterapkan secara konsisten bukan tidak hanya menjadi Semayam impian belaka bahwa nanti akan menjadi sebuah budaya diorganisasi dan sistem ini pun sebenarnya sangat memudahkan untuk para senior leader dan manajemen digunakan sebagai dashboard dalam memantau kinerja perusahaan perusahaan.

Demikian 4 elemen kunci utama yang sangat mempengaruhi untuk seorang karyawan engage atau tidak, untuk itu perlunya manajamen ataupun Divisi Human Capital dalam mengambil inisiatif untuk membuat program relationship engagement untuk karyawan, sehingga kinerja bisnis organisasi Anda cetar membahana.