Membuat Organisasi Adaptif Terhadap Perubahan dengan Organization Development

By Gustyana

Organization Development

Kondisi dan situasi yang dihadapi organisasi di zaman sekarang tidaklah sama dengan satu dekade lalu. Ada perubahan yang harus dilaksanakan demi mampu bersaing dengan organisasi-organisasi lainnya—baik yang bersifat domestik maupun global. Perubahan-perubahan yang cepat berubah memaksa setiap organisasi merupakan cara teranyar untuk menanganinya, salah satunya dengan OD atau organization development.

Apa itu organization development atau OD?
Organization development atau OD merupakan rangkaian upaya maupun program jangka panjang yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kemampuan sebuah organisasi untuk bertahan. Caranya adalah dengan mengubah pembaruan dan pemecahan perkara. Dengan organization development, organisasi pun diharapkan sanggup beradaptasi dan meraih organizational excellence lewat integrasi tujuan dengan keinginan individu supaya tumbuh dan berkembang.
Karakteristik dalam organization development
Ada pula sejumlah karakteristik organization development yang dapat Anda pelajari, antara lain:
• Change (perubahan). OD merupakan strategi terencana yang dilakukan untuh membawa perubahan dalam organisasi. Tujuannya adalah untuk mencapai sasaran spesifik dan sesuai diagnosis area yang bermasalah;
• Collaborative (kolaboratif). Kemudian, OD juga membutuhkan pendekatan kolaboratif untuk menunjang perubahan. Karakteristik ini mencakup partisipasi dan keikutsertaan setiap anggota organisasi yang terpapar perubahan;
• Perfomance (kinerja). Program-program yang terdapat di dalam OD diharapkan mendorong pada sejumlah metode untuk meningkatkan maupun mengembangkan performa maupun mutu dari organisasi yang bersangkutan;
• Humanistic (manusiawi). OD juga masih tergantung pada nilai-nilai humanistic atau berkaitan dengan manusia. Dengan begitu, organisasi pun akan memperoleh tujuan seperti efektivitas saat membuka kesempatan baru dalam memberdayakan potensi manusia;
• System (sistem). Seperti yang telah disebutkan, OD bersifat terencana, sehingga pendekatan yang diwakili kegiatan ini menggunakan pendekatan sistem yang mempertimbangkan relasi antar divisi, kelompok, departemen, maupun individu sebagai subsistem yang saling tergantung;
• Scientific (ilmiah). Karakteristik terakhir yang terdapat di dalam OD adalah bersifat scientific atau ilmiah. Dalam hal ini, OD menerapkan pendekatan ilmiah untuk menaikkan efektivitas dalam sebuah organisasi.

Dalam pengertian lebih umum, organization development menjadi acuan dasar bahwa, demi mendapat efektivitas, organisasi jangan hanya terpaku pada efisiensi. Organisasi tersebut harus bisa beradaptasi dengan perubahan. Sejumlah pihak yang telah mengaplikasikan organization development berpendapat pelatihan konvensional sudah tidak sanggup mendorong perubahan yang dibutuhkan organisasi untuk beradaptasi.

Organization development terdiri dari berbagai teknik dan setiap individu yang menggunakan kegiatan ini dapat mengacu pada satu pendekatan atau kombinasi pendekatan. Terlepas dari cara yang diplih, tujuan dari organization development tetap tak terlepas dari keseluruhan sudut pandang organisasi. Maka dari itu, perlu ada peningkayan kemampuan untuk bekerja semaksimal mungkin untuk merespons perubahan lingkungan di sekitarnya.

Selain itu, organisasi mempunyai berbagai tujuan seperti menghasilkan keuntungan, betahan pada usaha atau bisnis, hingga tumbuh dan berkembang. Di sisi lain, tiap anggota memiliki keinginan dan kebutuhan yang harus mereka penuhi, termasuk target karier yang ingin diraih dalam organisasi. Dalam hal ini pula OD jadi sebuah kegiatan yang mampu memberikan benefit untuk individu maupun kelompok seseimbang mungkin.

Mengapa harus menerapkan organization development?
Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa ada area atau wilayah baru yang mampu berkembang cepat? Organisasi pada dasarnya didesain untuk mencapai sejumlah tujuan atau fungsi dalam jangka panjang. Akan tetapi, hal ini yang tak jarang membuat organisasi tidak punya kemauan untuk berubah dan berada dalam status quo.
Faktanya, perubahan sudah terjadi dalam setiap organisasi. Dari IBM, GE, Boeing, hingga perusahaan-perusahaan kecil. Anda tidak bisa lari dari perubahan dalam aspek apapun. Manajer-manajer yang ada di tiap level harus mempunyai kepiawaian dalam perubahan organisasi hingga teknik terbaru yang masih berhubungan dengan hal tersebut.
Sebuah studi yang mengevaluasi alasan-alasan organisasi melaksanakan program perubahan secara besar-besaran menemukan sejumlah faktor yang memicunya, antara lain:
• Level kompetisi. Setidaknya, 68% responden mengindikasikan adanya organisasi yang harus menghadapi persaingan tinggi maupun sangat tinggi;
• Pertahanan diri. Lebih dari 15% responden membuktikan organisasi akan dipaksa keluar dari sebuah bisnis dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan bila tidak melakukan perubahan;
• Perbaikan kinerja. Sekitar 82% responden menyatakan bahwa tanpa organization development, sebuah organisasi akan mengalami penurunan performa secara bertahap.

Faktor-faktor yang memicu munculnya organization development

Adapun target lain yang disebut mencakup perubahan kultur perusahaan yang lebih adaptif sampai bisa meningkatkan level kompetisi. Dalam lingkungan usaha di zaman modern, para manajer mau tidak mau harus mengawasi setiap perubahan yang terjadi dan menyesuaikannya dengan sistem organisasi supaya tetap mampu bersaing dan bertahan di tengah kompetisi yang makin ketat. Salah satu contoh yang dapat Anda lihat adalah Kodak yang mengubah fokus dari kamera film ke kamera digital. Jika Kodak tidak mau berubah, mungkin mereka sudah bangkrut sejak dulu.
Maka, organization development perlu dilakukan untuk menciptakan organisasi yang adaptif. Salah satu penggagas organization development, Warren Bennis, menjelaskan setidaknya ada tiga faktor yang akan memicu munculnya organization development, antara lain:
• Kebutuhan akan bentuk baru sebuah organisasi. Organisasi cenderung mengadopsi sebuah bentuk pada periode tertentu. Sementara sekarang, dibutuhkan konsep yang lebih adaptif;
• Fokus terhadap perubahan budaya. Setiap organisasi punya kultur masing-masing, yang ada pada nilai dan sistemnya. Untuk mengubahnya, maka budayanya pun harus diganti;
• Meningkatkan kepedulian sosial. Perubahan yang terjadi pada perilaku sosial akan membuat karyawan menentang gaya manajemen yang otokratis.

Demikian pemaparan seputar organization development. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda!