Kenali Bagaimana Kunci Sukses Cara Menyusun Struktur Gaji Karyawan Yang Powerfull

By Gustyana

Cara Menyusun Skala Upah

Bagaimana sih Cara Menyusun Struktur Gaji Karyawan dengan tepat dan lebih optimal? Pada dasarnya bagi anda yang memiliki perusahaan tentu banyak hal penting yang wajib untuk anda perhatikan, utamanya pada bagian operasional perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas harian yang dijalaninya. Tidak hanya operasional perusahaan saja, melainkan banyak pula aspek lainnya yang juga patut untuk anda perhatikan, utamanya yang berkaitan dengan performa dari keberlangsungan perusahaan yang anda miliki.

Aspek keuangan adalah salah satu bagian utama yang dimiliki perusahaan, karena itulah sangat penting bagi anda selaku pemilik usaha untuk memperhatikan hal yang satu ini, khususnya aspek yang berkaitan dengan gaji karyawan. Gaji karyawan memiliki peranan penting dalam perusahaan karena dengan gaji karyawan yang tepat, maka kinerja dari perusahaan pun akan berjalan dengan lebih optimal. Namun untuk detail gaji itu sendiri tentunya diperlukan cara khusus dalam menyusunnya, sehingga gaji yang anda berikan pada seluruh karyawan pun sesuai dengan tingkat kebutuhan mereka dan juga sesuai dengan kinerja yang diberikannya bagi perusahaan.

Untuk besar atau pun jumlah gaji karyawan itu sendiri umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti halnya ukuran perusahaan, tingkat atau bahkan posisi karyawan dalam perusahaan itu sendiri. Karena itulah dalam penyusunan gaji tersebut sebaiknya anda simak beberapa hal di bagian bawah ini yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan, diantaranya :
• Bagian pertama yang harus anda perhatikan adalah jumlah gaji karyawan itu sendiri, pastikanlah untuk menyesuaikan jumlah gaji dengan kinerja yang dihasilkan olehnya bagi pihak perusahaan. Seperti halnya gaji yang cukup besar bagi mereka yang memiliki tugas dengan resiko tinggi. Sedangkan gaji kecil untuk mereka yang memiliki tugas mudah dan tidak beresiko.
•Karyawan dengan prestasi yang baik dan juga memiliki pencapaian tinggi dalam dunia kerja juga layak untuk mendapatkan imbalan tinggi dari perusahaan. Dengan kala lain, ia berhak untuk mendapatkan bonus sampingan selain gaji pokok yang diterimanya dari perusahaan. Dengan memberikan imbalan lebih pada karyawan yang berprestasi, maka hal ini dapat memotivasi karyawan tersebut atau bahkan karyawan lainnya untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kinerjanya dengan lebih baik lagi.
•Selain bonus dari prestasi, ada pula jenis gaji atau bonus lainnya, yaitu kenaikan gaji, hal yang satu ini umumnya diberikan sesuai dengan ketentuan atau kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sama halnya dengan bonus di bagian atas tadi, kenaikan gaji seperti ini juga dapat memotivasi para karyawan untuk memberikan hasil terbaik bagi perusahaan yang anda miliki.

Berdasarkan pada beberapa hal di bagian atas tadi, tentunya standar gaji yang hendak anda berikan pun dapat ditentukan dengan lebih mudah. Selain itu, para karyawan pun akan lebih puas dalam menerimanya. Jika dilihat secara umum, gaji karyawan umumnya terdiri dari beberapa komponen berbeda di bagian dalamnya. Seperti halnya gaji pokok, tunjangan khusus, serta tunjangan tetap. Untuk tunjangan khusus itu sendiri umumnya ia terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya tunjangan operasional, tunjangan jabatan, kemudian tunjangan tidak tetap yang dikenal sebagai uang makan atau bahkan uang transportasi.

Dari penjelasan di bagian atas tadi, tentunya anda dapat melihat bahwa untuk menyusun struktur gaji para karyawan itu sendiri diperlukan beberapa bahan pertimbangan yang dapat menentukan jumlah gaji dengan lebih tepat. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah :
•Dewan direksi atau level top managemen adalah bagian pertama yang tidak perlu dimasukkan dalam struktur gaji yang hendak anda susun dalam perusahaan. Mengapa demikian? Karena untuk hal yang satu ini terdapat ketentuan tersendiri yang dilihat perjanjian antara pihak Dewan komisaris dengan pihak pemegang saham terkait pembagian keuntungan yang dimiliki perusahaan.
•General manager atau level di bawah dewan direksi hingga level manager menjadi bagian yang wajib dibuatkan struktur gaji, bahkan untuk bagian yang satu ini sebaiknya gaji yang diberikan terdiri dari beberapa komponen utama dimulai dari gaji pokok, operasional, tunjangan jabatan, transport, uang makan hingga bonus.
•Kepala bagian atau supervisor bagian yang satu ini setingkat dengan general manger. Komponen gaji karyawan yang satu ini umumnya ditambah dengan jenis tunjangan lainnya, seperti halnya biaya pengobatan, uang lembur, tunjangan kesehatan, dan beragam jenis tunjangan lainnya.
•Level pelaksana teknis, untuk karyawan perusahaan dengan level yang satu ini anda sebagai pemilik perusahaan tidak perlu memberikan tunjangan jabatan. Namun tetap saja,karyawan dengan level yang satu ini memiliki hak untuk mendapatkan uang lembur. Hal yang satu ini termasuk dalam perbedaan mendasar yang memiliki oleh level pelaksana teknis dengan supervisor di bagian atas tadi. Selain itu untuk karyawan pelaksana teknis, semua tunjangan yang diberikan pada supervisor juga diberikan padanya terkecuali untuk uang lembur.

Dari penjelasan di bagian atas tadi, terdapat beberapa rumus sederhana dalam penyusunan gaji yang dapat anda gunakan untuk menentukan besaran nilai komponen gaji dengan lebih mudah, diantaranya :
• Gaji serta tunjangan tetap : 70 – 80% dari take home pay (P)
• Tunjangan tidak tetap : 20 – 30% dari take home pay (Q)
• Gaji pokok : 70 – 80% dari P
• Tunjangan jabatan : 50 – 60% dari P
• Tunjangan operasional : 30 – 40% dari P
• Tunjangan transportasi : 50 – 60% dari Q
• Uang makan : 30 – 40% dari Q

Dengan beberapa rumus di bagian atas tadi, maka Cara Menyusun Struktur Gaji Karyawan pun dapat ditentukan dengan lebih mudah.