Banyak Pemimpin Yang Cerdas Namun Benarkah Mereka Memiliki Hati Untuk Memimpin

By Gustyana

Bill gates

Dalam ilmu kepemimpinan, Bagaimana Anda membuat orang lain agar dapat mengikuti Anda secara sukarela, terutama jika Anda diharuskan untuk menyeberangi sebuah teritori yang belum Anda kenal. Bagaimana Anda mampu untuk memobilisasi orang lain untuk maju meraih suatu tujuan bersama? Bagaimana Anda mengajak orang lain untuk mengerjakan hal – hal yang luar biasa ? Oleh sebab itu dengan meneliti banyak gaya kepemimpinan para leader di sebuah organisasi tertentu, di mana mereka melakukan pengalaman terbaik mereka, sehingga kita dapat mengidentifikasi lima langkah yang umum dilakukan,dan mungkin untuk mencapai sebuah keahlian kepemimpinan yang membuncah dengan yang disebut dengan memimpin dengan hati, banyak diantara pemimpin saat ini, yang hanya ngomong doank tapi no action. Mereka rata – rata memiliki pendidikan yang tinggi dan berkompeten, namun banyak penilaian dari bawahan bahwa mereka tidak memiliki komitmen…” wah bos saya itu, kalau masalah pintar di bidang pekerjaannya sih okay, tapi kalau masalah attitude kok ya dia kurang bisa membawa tim kami untuk dapat mencapai tujuan dari organisasi ^-^ ternyata apa guys? komitmen para pemimpin mereka rata- rata kurang dimata bawahan mereka sehingga kredibilitas atasan di mata bawahan anjlok dan mereka justru menyepelekan atasan mereka, banyak diantara pemimpin yang hanya menyuruh kepada bawahan tanpa komitmen untuk membimbing dan mengarahkan dengan penuh semangat, membawa tim mereka berproses kemudian mengambil risiko bersama dari keputusan tim. Seorang leader yang bersedia dan mau turun ke bawah untuk berani aktif terlibat di depan untuk terus mencoach dan membimbing mereka agar dapat sampai, atau sesuai dengan tujuan organisasi, ini yang disebut dengan paradigma seorang bos yang hanya bisa memberi perintah tanpa mau aktif terlibat, bukan karakter seorang leader yang mampu memimpin dengan hati. Yuk kita teliti dalam pembahasan kita kali ini guys mengenai pemimpin yang dapat melakukan kepemimpinan mereka dengan leading by heart (values of leadership),yang dimana artinya disini adalah para pemimpin harus bisa dan memiliki kemampuan leadership by value diantaranya adalah harus memiliki kompetensi model the way, inspire a shared vision, challenge the process, enable others to act dan encourage the heart. Yuk kita ulik satu persatu kompetensi kepemimpinan yang luar biasa ini;

1. MODEL THE WAY
Dalam kemampuan ini pemimpin harus mampu menjelaskan nilai – nilai dengan menyuarakan pendapat Anda dan menegaskan situasi ideal capaian sebuah tim, seorang pemimpin disini harus mampu menjadi seorang role model (panutan) dengan cara menyelaraskan tujuan timnya dengan nilai- nilai organisasi.
Untuk memperagakan dengan efektif, Anda harus mempercayai sesuatu hal nilai terlebih dahulu. Seorang pemimpin memerlukan sebuah filosofi, serangkaian standar performa kerja tinggi yang dapat diukur, serangkaian nilai mengenal bagaimana karyawan, kolega dan pelanggan harus diperlakukan, serangkaian prinsip yang membuat organisasi tersebut unik dan berbeda.
Seorang pemimpin akan membela prinsip dan kepercayaannya. Mereka melakukan apa yang mereka katakan. Mereka memperlihatkan kepada orang lain dengan contoh diri mereka sendiri bahwa mereka hidup dengan nilai dan kepercayaan mereka tersebut. Para pemimpin mengetahui hal ini, walaupun posisi mereka hanya memiliki wewenang tertentu, dan terbatas perilaku merekalah yang akan mendapatkan rasa hormat dari orang – orang yang bekerja dengan mereka, konsistensi dari apa yang diucapkan dan dilakukan, dan tentunya akan menentukan kredibilitas seorang pemimpin.

2. INSPIRE A SHARE VISION
Pemimpin harus dapat melukiskan masa depan dengan cara membayangkan kesempatan – kesempatan yang menarik dan mulia, seorang pemimpin harus mampu membuat orang lain percaya dengan visi tersebut dengan membuat aspirasi bersama untuk dapat menarik bagi orang lain.

Tidak ada jalan tol untuk ke masa depan, tidak ada jalan aspal dari hari ini menuju hari esok. Yang ada hanyalah hutan belantara dan dataran yang tidak menentu. Tidak ada peta jalan dan rambu – rambu. Seperti halnya para explorer, pemimpin memiliki kemampuan dan pengalaman mereka untuk mempersiapkan diri.Dan sementara para eksplorer bersandar kepada kompas mereka untuk menentukan arah, para pemimpin digerakkan oleh mimpi – mimpi mereka.

Para pemimpin melihat dan menanti untuk maju ke depan. Mereka memandang lebih dari batas horizon waktu, membayangkan  kesempatan apa yang ada di hadapan mereka jika sampai pada tujuan mereka. Mereka memiliki tujuan. Mereka sangat positif mengenai masa depan dan sangat percaya bahwa orang – orang dapat membawa suatu perbedaan.
images (1)

3. CHALLENGE THE PROCESS
Bagi para pemimpin harus mampu mencari kesempatan dengan cara melakukan inisiatif dan mencari cara perbaikan yang inovatif untuk dapat melakukan eksperimen dan mengambil risiko dengan cara menghasilkan kemenangan kecil yang konsisten dan belajar dari pengalaman. Tantangan adalah suatu kesempatan untuk melakukan hal yang luar biasa. Para pemimpin menyambut baik kesempatan untuk meyakinkan kemampuan mereka. Mereka mencari cara yang inovatif untuk memperbaiki pekerjaan dan organisasi mereka. Biasanya para pemimpin kebanyakan senang akan berpetualang, mereka tidak hanya duduk diam menunggu untuk tersenyun kepada mereka.

Mereka berusaha untuk menciptakan kesempatan untuk kemenangan kecil yang dapat menjadi satu kemenangan besar. Karena mereka dapat menjadi pelopor orang- orang yang bersedia untuk melangkah ke suatu hal  yang tidak mereka ketahui.

Pemimpin yang luar biasa adalah seorang yang belajar dengan baik, mereka tahu bahwa mengambil risiko berarti melibatkan, dan membuat kesalahan atau kemungkinan besar malah akan mengalami kegagalan, sehingga mereka menerima kekecewaan dan memperlakukannya sebagai kesempatan untuk belajar. Mereka bersedia untuk bereksperimen dan mengambil risiko untuk mencari cara yang baru dan lebih baik dalam mengerjakan segala sesuatunya. Para pemimpin juga menciptakan lingkungan yang aman dimana orang lain dapat belajar dari kegagalan dan kesuksesan mereka.

4. ENABLE TO ACT
Dapat diartikan bahwa pemimpin harus dapat memupuk kolaborasi baik pada timnya atau lintas divisi dengan cara; membangun kepercayaan dan komitmen. Menguatkan orang lain dengan cara meningkatkan rasa percaya diri dan mengembangkan kompetensi. Para pemimpin tidaklah pergi sendiri. Mereka memupuk kolaborasi. Mereka memupuk rasa percaya diri dan membuat orang lain merasa kuat dan mampu. Para pemimpin memastikan bahwa sewaktu mereka menang, orang lain juga merasa menang.

Para pemimpin membuat kolega kerja mereka seperti sang pemilik, bukan karyawan. Membangun suatu semangat kepada tim, tim yang benar – benar memiliki rasa memiliki terhadap komunitas