Sebenarnya Bagaimana Model Bisnis Startup dan Perkembangan Bisnis Startup Di Indonesia

By Gustyana

bisnis-startup-indonesia-1-768x384

Apa itu Startup? Mungkin masih banyak orang yang belum memahami istilah ini. Kata Startup sendiri merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis. Menurut Wikipedia, Startup merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.
Maka dapat kita tarik pada hasil dugaan bahwa ternyata hal tersebut terjadi dikarenakan istilah Startup sendiri mulai popular secara internasional pada masa buble dot-com, lalu apa lagi buble dot-com itu? fenomena buble dot-com adalah ketika pada periode tersebut (1998-2000) banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.

Gojek

Pada masa itu sedang gencar-gencarnya perusahaan membuka website pribadinya. Makin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan waktu itu pula lah, Startup lahir dan berkembang. Namun menurut Ronald Widha dari TemanMacet.com, Startup tidak hanya perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk tetapi bisa juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang bisa mandiri tanpa bantuan korporasi-korporasi yang lebih besar dan mapan.
Setelah berputar-putar mencari informasi tentang Startup lewat bantuan mbah Google, ada informasi mengenai karakteristik dari sebuah perusahaan yang dapat di golongkan sebuah stratup. Beberapa karakteristik perusahaan Startup tersebut diantaranya:
Usia perusahaan kurang dari 3 tahun;
Jumlah pegawai kurang dari 20 orang;
Pendapatan kurang dari $ 100.000/tahun;
Masih dalam tahap berkembang;
Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi;
Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital;
Biasanya beroperasi melalui website.
Menurut Rama Mamuaya, CEO dailysocial.net, Startup di Indonesia digolongkan dalam tiga kelompok yaitu Startup pencipta game, Startup aplikasi edukasi serta Startup perdagangan seperti e-commerce dan informasi. Menurutnya Startup game dan aplikasi edukasi punya pasar yang potensial dan terbuka di Indonesia. Hal ini dikarenakan pada industri startup Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Dari data lembaga riset Center for Human Genetic Research (CHGR), setidaknya ada 2.000 startup lokal di Tanah Air pada 2016, tertinggi di Asia Tenggara. Pada 2020, CHGR memproyeksi jumlahnya bisa mencapai 6,5 kali lipat atau 13.000 startup.

Happy Fresh Online

Pertumbuhan startup juga terlihat dari belanja sektor teknologi informasi yang meningkat dari Rp 199 triliun pada 2015 menjadi Rp 214 triliun pada tahun lalu. CEO DailySocial, Rama Mamuaya mengatakan saat ini suntikan modal untuk startup Indonesia sudah mencapai triliunan. Sehingga, sangat besar kemungkinan startup Indonesia bisa meraih kapitalisasi yang tidak kalah dari startup Amerika.
Beberapa pendapat para ahli manajemen bisnis startup bahwa, pasar startup dari sektor e-commerce, financial techlogy (Fintech) berkembang sangat pesat. Untuk e-commerce misalnya, DailySosial mencatat tahun lalu nilai pasarnya mencapai 3,7 juta dolar AS. Tahun ini, diprediksi meningkat menjadi 5,6 juta dolar AS. Sementara di sektor fintech, Bank Indonesia melaporkan nilai transaksinya pada 2017 akan mencapai 1,9 miliar dolar AS.
“Angka ini akan terus berkembang dan startup di Indonesia diprediksi akan memiliki nilai kapitalisasi jumbo dibandingkan negara di Asia Tenggara lainnya,” kata Rama.

Namun, ada dua tantangan yang harus dihadapi startup Indonesia yakni talent (sumber daya manusia) dan infrastruktur.
A. “Kita kekurangan talent di bidang IT dan yang keahliannya fokus di startup. Lawyer atau notaris yang mengerti soal teknologi dan startup juga masih jarang, jadi musti ada peningkatan untuk itu,” ujarnya.
B. Soal infrastruktur, penertrasi internet masih 30-35 persen dari populasi menyebabkan masyarakat yang belum mengakses fintech dan e-commerce. Namun ia mengapresiasi langkah pemerintah pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia, yang ditargetkan rampung pada 2019.
“Ini bagus ya menunjukkan dukungan pemerintah. Nanti kita liat eksekusinya seperti apa,”hal ini menurut pendapatRama CEO DailySocial.net.

Saat ini, startup teknologi atau perusahaan rintisan buatan entrepreneur asal Indonesia makin dilirik oleh investor asing. Tingginya penetrasi internet masyarakat Indonesia, populasi yang besar, serta pertumbuhan perusahaan rintisan digital yang masif menjadi daya tarik tersendiri buat para pendiri bisnis dan pemodal luar negeri.

Hanya saja, para investor itu tak akan serta-merta memberikan suntikan dana untuk startup tanpa mengecek kredibilitas bisnisnya terlebih dahulu. Karena itulah, para investor mempunyai rekam jejak perusahaan yang baik, karena hal ini merupakan sessuatu yang penting untuk diperhatikan oleh para entrepreneur. Agar tak keliru melangkah, yuk perhatikan kunci sukses membangun startup berikut.

A. Buat keunikan
Keunikan ini diperlukan supaya bisnis yang kamu miliki dapat menawarkan sesuatu yang berbeda, yang selama ini belum pernah diberikan oleh para kompetitor kamu kepada pelanggannya. Kalau hanya sekedar menawarkan produk atau layanan yang sama, akibatnya kita perlu bersaing harga dengan para kompetitor. Tapi, kalau kita punya sesuatu yang berbeda yang tidak dimiliki para pesaing, orang-orang pasti akan memilih kita, berapapun harga produk atau layanan yang dipatok.
Unik itu juga tidak melulu harus datang dari bentuk produknya. Tapi, unik juga bisa berasal dari kombinasi layanannya. Misalnya, kamu akan berbisnis paket perjalanan untuk mahasiswa. Selama ini para pesaing sudah membuat paket untuk tur keliling ke kampus-kampus di negara tujuan, nah kita bisa membuat paket jalan-jalan sambil belajar di masing-masing kampus, walaupun mungkin hanya beberapa jam saja. Oleh karena itu, kemasan dan deskripsi produk dan layanan itu sangat penting bagi pembeli, terlebih ketika kita memang menjalankan bisnis online.

B. Jangan takut ketika tidak punya modal
Modal merupakan faktor penting dalam memulai usaha sendiri. Modal bisa didapat dari tabungan sendiri, investor atau pinjaman bank. Namun, jika modal kita belum cukup tapi tetap tak ingin berhutang, kita bisa juga membuat startup yang lini bisnisnya tanpa modal besar, sehingga cukup menjadi reseller (pengecer) suatu produk atau layanan.

Contohnya, apabila kita mau mendirikan sebuah situs online penjualan susu yang diantar ke rumah-rumah. Kamu bisa bekerjasama dengan sebuah perusahaan susu ternama, sehingga yang perlu kita lakukan tinggal mempromosikan produk tersebut di situs online milik kita. Selanjutnya, kita bisa menikmati komisi dari setiap penjualan produk tersebut.
Sebagai tips, sekalipun sudah menangguk untung besar dari bisnis jangan terburu-buru untuk menikmati hasilnya dengan cara yang konsumtif. Cobalah untuk selalu berpikir tentang re-investasi bisnis, misalnya dengan memperluas usaha atau membuka cabang baru.

C. Usaha yang legal itu lebih baik
Jadikan usaha kamu sebagai usaha yang legal dan diakui secara hukum. Langkah awal tentukan struktur hukum, pilih nama untuk bisnis yang didirikan, setelah itu daftarkan nama ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual sebagai merek dagang resmi dan sah di mata hukum. Dengan begitu kamu akan bisa menuai keuntungan jangka panjang. 
Selain kita bisa menjalankan bisnis dengan aman dan nyaman, pelanggan kita juga akan merasa lebih tenang jika membeli produk atau layanan dari bisnis yang sudah jelas legalitasnya, dibandingkan dengan membeli dari sebuah perusahaan tanpa izin usaha.

D. Totalitas dalam membesarkan bisnis
Saat berbisnis, kita tak bisa setengah-setengah. Pastikan kamu serius dan fokus untuk membangun bisnis ini. Artinya, kita harus benar-benar sepenuh hati terjun ke dalamnya secara konsisten dan tekun agar dapat menghadapi semua kendala yang mungkin muncul saat berbisnis.
Berdasarkan cerita para entrepreneur sukes, membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, selalu ada hambatan serta risiko kegagalan yang bisa datang kapan saja. Karena itulah, tetaplah semangat dan positive thinking, selama kita menjalankan bisnis dengan cara yang baik tentu akan selalu ada solusi dari setiap masalah.
Namun ketika setengah-setengah, usaha yang kita curahkan pun tak akan maksimal dalam mengembangkan usaha. Hasilnya, ketika menemui kegagalan kita akan mudah menyerah dan putus asa.
Triknya, tak perlu gengsi untuk belajar dan mengamati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama. Dengan memperdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan, produk dan layanan yang dihasilkan pun bisa lebih inovatif.
Model bisnis akan menentukan seberapa besar “gunung uang” yang bisa diraup Startup. Berada serupa di bisnis fashion misalnya, bisa jadi antara startup yang satu dan yang lain punya gunung uang yang berbeda. Peluang mengeruk uang oleh Brodo akan jauh berbeda dengan peluang yang dimiliki Zalora, apalagi Tokopedia, meski sama-sama memilih peruntungan dunia fashion.
1. Kegagalan pemilik meniupkan nyawa di StartUp yang mereka jalankan, menjadi malapetaka yang membuat 9 dari 10 StartUp di Indonesia (penelitian CBInsights) kolaps. Kegagalan itu pertama dipicu oleh inovasi yang kepalang ekstrem dalam menyusun model bisnis. Seperti membuat inovasi baru dalam monetisasi start up, bahkan belum pernah diterapkan sebelumnya. Dari sudut pandang investor, metode baru tersebut sulit akan mengembalikan investasi (ROI) mereka karena belum terbukti bisa berjalan.

2. Kegagalan kedua adalah keputusan menerapkan strategi “bakar uang” oleh beberapa StartUp demi mengejar valuasi pasar. Masih santer kabar perginya Uber dari Tiongkok karena tidak sanggup lagi mensubsidi pengguna layanan mereka demi memberikan harga yang lebih kompetitif daripada pesaingnya. Kurang lebih ancaman serupa membayangi banyak StartUp Indonesia yang habis-habisan mensubsidi produk mereka agar terlihat lebih kompetitif.

3. Kegagalan ketiga adalah ketidakmampuan StartUp membaca, mengamati, dan mengenal pasar konsumen di Indonesia. Untuk yang satu ini ujung-ujungnya StartUp akan kehilangan energi (baca: kehabisan dana) karena bertarung di medan perang yang salah. Banyak contoh StartUp yang berguguran karena faktor ini. Sebut saja Foodpanda.

Foodpanda termasuk ke dalam perusahaan yang gagal mengidentifikasi pasar Indonesia. Masyarakat Indonesia pada umumnya tidak membutuhkan layanan pesan antar yang menjaga kualitas makanan seperti yang dilakukan oleh Foodpanda. Mereka sekedar menyediakan kotak penyimpanan khusus selama perjalanan, dengan vendor terbatas, lalu juga membatasi jangkauan pengantaran, yakni 25 kilometer. How easy is Gojek to hit them, right?

Untuk bisnis startup di Indonesia sendiri terbagi menjadi 3, di antaranya yaitu startup dalam bidang game, startup dalam bidang aplikasi dan startup dalam bidang perdagangan atau e-Commerce. Di Indonesia sendiri startup game dan aplikasi lebih berkembang dibandingkan dengan startup e-Commerce. Seperti yang Anda ketahui, di Indonesia penggunaan kartu kredit masih sangat terbatas. Saat ini ada banyak sekali komunitas yang didirikan untuk founder startup. Tujuannya yaitu agar dapat saling berbagi dan mencari investor. Ada pula kompetisi yang diadakan oleh perusahaan besar yang ingin menjadi investor.

Bagi Anda yang tertarik ingin mendirikan startup bisnis, jangan pernah takut gagal. Kunci sukses untuk bisnis start-up ini adalah tim yang solid demi menciptakan ide dan kreativitas yang baru. Bahkan jika gagal, jadikan kegagalan tersebut sebagai pembelajaran untuk mencari ilmu berbisnis. Di Indonesia, sendiri mendirikan bisnis startup masih memiliki potensi yang luas.

Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu:

1 ) Potensi pangsa pasar yang banyak
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang cukup banyak. Hal ini merupakan kesempatan emas bagi Anda yang ingin mendirikan bisnis startup Indonesia.

2 ) Masyarakat Indonesia mulai melek teknologi
Dibandingkan dengan negara maju, Indonesia memang mengalami ketertinggalan dalam dunia teknologi. Namun semakin ke sini, masyarakat Indonesia mulai melek teknologi dan mulai memanfaatkannya secara maksimal. Semakin banyak orang yang menggunakan internet maka semakin besar peluang sukses dalam menjalankan startup bisnis Indonesia.

3 ) Banyak dukungan
Di Indonesia, ada banyak sekali dukungan yang diberikan kepada para founder startup. Dimana dukungan dapat berasal dari pemerintah dan juga pengusaha-pengusaha besar.

Startup Tech 1

Bahkan saat ini banyak yang lebih memilih untuk menjalankan bisnis startup
dibandingkan bisnis konvensional. Namun sebenarnya kunci sukses dalam menjalankan bisnis startup adalah kreativitas yang tinggi. Pasalnya bisnis startup Indonesia merupakan bisnis yang banyak dilirik sehingga memiliki banyak pesaing.

Dan bukti dari dukungan pemerintah Jokowi sendiri adalah dengan membuat paket kebijakan terbaru ini memang difokuskan pada pengembangan perusahaan startup dengan sasaran menyiapkan 1.000 startup pada 2020.

Paket Kebijakan Ekonomi XIV

Hak atas foto KEMENKOEKUIN Image caption Peta jalan e-commerce mencakup delapan aspek: pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber dan monitoring.
Dan berikut dibawah ini adalah tips dan triks dalam membangun bisnis startup dalam bidang tekhnologi;
1. Merekrut keahlian, bukan pengalaman
Kalau sudah berpikir ala startup founder, pengalaman bukanlah satu-satunya dan prioritas syarat untuk bergabung dalam sebuah tim. Keahlianlah yang menjadi pondasi utama. Karena sama-sama sedang membangun, maka keahlian masing-masing anggota dalam tim sangat dibutuhkan.

2. Jangan lupakan culture startupmu
Banyak ilmu yang pastinya kamu dapat untuk membangun dan menjadi seorang startup founder. Tapi yang terpenting dalam sebuah tim adalah menciptakan dan membangun culture atau budaya tim itu sendiri. Akan ada banyak karakter, kepribadian dan bahkan pemikiran dari anggota tim. Untuk menyatukan perbedaan itu maka culture akan menjadi pondasi yang sangat kuat untuk kamu membangun tim sebuah startup.

3. Carilah kandidat yang adaptif
Tidak ada tim yang solid, hanya ada tim yang mau membangun bersama dengan karakter yang berbeda dengan tujuan yang sama. Salah satu caranya sudah pasti mencari kandidat anggota yang adaptif atau yang mau bekerja bersama. Kalau kamu kesulitan mencari anggota tim atau partner untuk startupmu, maka Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Malang inilah jalanmu.

Di sini kamu bisa bertemu dengan orang yang bahkan belum kamu kenal sebelumnya. Kamu bisa berkolaborasi dengan mereka. Menyatukan ide dan visimu, dan membangun startup terbaikmu.

4. Gunakan media sosial
Kalau kamu sulit menemukan tim secara offline kamu bisa gunakan media online seperti media sosial. Tentu saja tujuan awal dibentuknya fanspage ini adalah untuk menyatukan semua yang ingin menjadi startup founder di Indonesia. Menghubungkan mereka yang punya ide bagus untuk saling menemukan dan berkolaborasi membangun tim untuk startupnya. Itu sebabnya, media sosial seperti Facebook ini bisa kamu gunakan SEKARANG JUGA untuk diskusi, spech idemu lagi, dan mencari kandidat anggota timmu.

5. Lengkapi kekurangan karyawan kamu
Sekali lagi! Tidak ada tim yang SEMPURNA, hanya ada tim yang mau saling melengkapi kekurangan dan keahlian masing-masing anggota. Jangan saling mengunggulkan, saling berkenalan dan mencari tahu keahlian masing-masing, akan membuat kamu lebih mengenal calon anggota timmu.

Nah, Inilah artikel Development Corner tentang bagaimana Perkembangan bisnis start up di Indonesia dan model bisnis start up Di Indonesia.