Do What You Love, Love What You DO

By Gustyana

Gambar PassionOrang bekerja memiliki tujuan yang berbeda – beda, ada yang memiliki alasan hanya untuk mengisi waktu luang karena memang seseorang tersebut memiliki cukup harta kekayaan yang berasal dari orangtuanya.

Dilain hal ada seseorang yang bekerja karena ingin ibadah kepada sang maha kuasa semata, ada seseorang yang bekerja sebagai sebuah aktualisasi diri, dan ada juga orang yang bekerja karena hanya memiliki satu alasan, untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tetapi banyak orang – orang diluar sana, yang bekerja untuk mengejar suatu jabatan puncak di suatu perusahaan, karena alasan untuk mengejar kemapanan,atau untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lifestyle so sah – sah saja tidak salah, selain itu juga ada seseorang bekerja yang hanya sekedar untuk memenuhi hasrat seseorang yang memiliki hobby travelling sekalian dia bekerja, melakukan perjalanan dinas, sudah dibayarin kantor gratis pula, ya juga alasan itu boleh – boleh saja guys.

Ada banyak alasan seseorang untuk bekerja dan berkarir dalam pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dengan target yang telah mereka tetapkan, semua alasannya hal diatas tidaklah salah, namun alangkah lebih bijak kalau saya menyebutkan bahwa cobalah kita tidak melihat seseorang bukan dari hal kemapanan atau kepangkatan dalam bekerja, namun coba kita lihat adakah banyak orang yang mampu menjaga ritme kerja yang bergairah sepanjang masa karirnya, dan selalu merasa tertantang dalam pekerjaannya sehingga selalu memiliki gairah yang membahana dalam bekerja, dan menemukan selalu ide – ide segar yang selalu menginovasi sehingga dia memiliki hasil – hasil karya yang membawa seseorang tersebut dapat menaiki tangga kesuksesan dalam karirnya (sukses yang hakiki lho iya karena memang kesuksesan yang hakiki adalah semuanya melalui tahapan dan berproses).

seseorang yang memiliki passion/hasrat cinta akan pekerjaan yang ia jalankan pasti akan selalu & selalu merasa haus dengan ilmu, rasa keingintahuanya sangat tinggi, dia tidak merasa dirinya sombong dengan mengetahui banyak hal, tetapi dia selalu dan selalu mengosongkan segala pikirannya seperti ibarat seseorang tersebut adalah sebuah gelas yang kosong, dan dia siap diisi oleh hal – hal yang baru dan terbuka dengan keadaan serta lingkungan yang baru, i wanna ready to face the challenge, and i’am ready to learn every time, every where, sehingga siapapun dalam kehidupan ini baginya adalah guru kehidupan yang tiada henti, siap menerima pembaharuan dan mampu beradaptasi dalam keadaan yang berubah, dinamis, terus tumbuh dan bergerak dalam ruang dan waktu yang sangat indah karena keadannya memang berbeda setiap saat baik dari kualitas tantangan, kuantitas tantangan, sehingga ia mampu melihat peluang didalamnya.

“NAH INI DIA HAL BARU, INI ADALAH ILMU MAKA KESEMPATAN SAYA UNTUK MENCOBA DAN GAGAL ADALAH HAL YANG BIASA, NAMUN APABILA SAYA SUDAH MENGETAHUI KEGAGALAN SAYA MAKA SAYA AKAN MENCOBA DENGAN MENYUSUN PERENCANAAN YANG BARU, STRATEGI YANG BARU, dan DENGAN CARA YANG BARU.’’

Maka alhasil seseorang yang tidak mampu menjaga endurance dalam passionnya, maka yang terjadi adalah mereka akan merasa stagnan dalam karirnya ataupun ada yang terjun bebas mengalami kegagalan mencapai kesuksesan dan kemudian yang ada dia hanya menyalahkan orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Menyalahkan pihak manajemen perusahaan, menyalahkan lingkungan kerja yang tidak mendukung karena perusahaan dimana tempat dia bekerja tidak menyediakan karir path yang jelas, ataupun dia mengeluhkan atasannya yang tidak kooperatif dan merasa tidak nyaman.

Yuk coba kita berhenti sejenak dari kegaduhan dan rutinitas kita dalam bekerja, hanya sekedar bertanya ke dalam diri sendiri apa sih tujuan kita bekerja. Karena dengan berhenti sejenak dari hiru pikuk rutinitas kita, maka disaat itu kita dapat memberikan kesempatan kepada hati nurani kita untuk jujur kepada diri sendiri apa yang sebenarnya yang kita cari dan kita inginkan dalam meraih kehidupan yang sukses baik sukses dalam kehidupan karir, sukses dalam kehidupan rumah tangga, sukses dalam kehidupan hubungan kita dengan teman, lingkungan sekitar kita, tetangga kita, dan yang paling tidak kalah pentingnya adalah kehidupan rokhani kita nanti untuk diakhirat (kita kan tidak selamanya hidup di dunia ini pasti makhluk yang memiliki nyawa pasti akan tiba saatnya akan mati dan rusak, kecuali Allah SWT sang pencipta dan pemilik alam semesta yang indah ini tentunya paling ESA dan Abadi).

Maka alangkah indahnya yuk kita harus mempersiapkan diri kita dalam menghadapi kehidupan yang lebih kekal dalam menghadapi kehidupan akhirat kita dengan bekal amal dan keimanan yang cukup untuk kehidupan disana nanti.

Kembali lagi ke masalah passion kita dalam bekerja, bagaimana cara kita dapat meretain (menjaga) agar passion kita mampu membahana sampai nanti tercapai apa yang menjadi tujuan hidup dan karir kita yang hakiki:

Bertanyalah kepada diri sendiri dan hati nurani kita apa yang menjadi goals/tujuan hidup kita yang utama?
Coba anda lakukan pemetaan apa yang menjadi hal yang penting dari kehidupan anda. Anda ingin tetap bekerja di kantor/berkarir di perusahaan sampai mencapai level jabatan Direksi sehingga dapat memberikan prestige dan kebanggan kepada diri anda, Atau anda menetapkan target karir anda sampai pada level Senior Managerial kemudian anda resign untuk menjadi trainer/pembicara sehinngga dapat memberikan sharing kepada para insan muda untuk selalu dapat menginspirasi dan berbagi mengenai pengalaman hidup anda ketika berkarir sehingga banyak insan muda yang terinspirasi untuk dapat menjadi sukses. Hidup adalah pilihan, maka tentukanlah pilihan anda…..Ayo coba dari sekarang temukan apa yang menjadi minat yang paling dicintai dan passion anda dalam bekerja.
Setelah anda mampu menemui apa yang menjadi minat anda yang paling anda sukai, maka mulai saat ini yuk coba kita buat rencana dalam kehidupan anda, coba tuliskan goals anda dengan berangkat dari minat anda, dengan mulai dari saat ini, mulai dari hal yang terkecil dan mulai saat ini juga coba tuliskan perencanaan anda tersebut ke dalam time line pencapaiannya dengan menysusunnya dengan cara SMART, sesuatu yang anda rencanakan tentunya harus Specific, Measureble, Achieveble, Reasonable, Time table (Akronimnya SMART).

Maksudnya adalah sebuah perencanaan yang anda buat haruslah spesifik tidak grambyang/diawang – awang harus kita lakukan langkah – langkah take actionnya….. (dalam bahasa jawa) tidak fokus dan pikiran kemana – kemana, jadi tujuan hidup anda haruslah anda setting fokus apa yang menjadi minat anda (Spesific), setelah anda menentukan fokus apa yang menjadi tujuan hidup anda maka tentukan target kapan impian dan tujuan hidup anda tersebut mampu terwujud dan tentunya target anda tersebut harus terukur sesuai dengan kemampuan anda.

Sebaiknya sich anda tahu bahwa anda tahu tentang diri anda, jadi idealnya dalam buku johari window, anda mampu mengetahui apa sih yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam diri anda dan sebaiknya anda fokus pada pencapaian kelebihan anda dan terus kembangkan (measureble), dan buatlah target – target dalam timeline perencanaan anda, yang mampu anda capai secara ralistis (achiveble), dan target – target actionnya anda haruslah realistis sesuaikan dengan kondisi anda dan tantangan yang anda hadapi sembari anda melakukan monitoring dan evaluasi untuk menentukan langkah dan tindak lanjut berikutnya agar anda memiliki cara yang baru setelah anda gagal (Reasonable), setalah anda menyusun itu semua baru yang terakhir adalah buat target anda berbatas waktu (Timetable)

So Teman – teman selamat mencoba membuat perencanaan yang baik dan jangan lupa ya take action jangan hanya menjadi sebuah tulisan tetapi tidak dilaksanakan, mulailah dengan langkah yang kecil, karena keberhasilan yang besar dimulai dari hal yang terkecil, Salam Sukses Penuh Keberkahan