5 Step Melakukan Implementasi Budaya Perusahaan Yang Aplicable

By Gustyana

Transformasi 1Pada era persaingan bisnis, perubahan yang cepat sangat dipengaruhi oleh kondisi global, kompetisi dan pasar. Sehingga kita dapat mengkategorikan ancaman dan peluang, kalau kita melihat dari sisi ancaman dari perubahan global, kompetisi dan pasar, maka perubahan ini akan melahirkan kompetisi domestic dalam negeri yang lebih kuat dan dinamis, meningkatkan kecepatan dan perubahan di dalam negeri, dan kompetisi secara internasional, dari sisi peluang kita dapat melihat dari sebuah perubahan global, kompetisi, dan pasar adalah ini sebuah peluang pasar yang besar, berkurangnya jarak keterbukaan informasi; kesempatan peluang bisnis dengan era digitalisai dan keterbukaan informasi serta kesempatan untuk pasar tenaga kerja yang lebih luas, sehingga lebih banyak kesempatan untuk menjual di pasar international. Tentunya karena perubahan ini, maka sebuah organisasi perusahaan dituntut untuk melakukan transformasi budaya, Pada dasarnya budaya perusahaan diturunkan dari visi dan misi perusahaan yang dituangkan ke dalam tata dan nilai perilaku yang di terapkan oleh insan dalam suatu perusahaan yang biasanya perusahaan harus memiliki kamus kompetensi dan standar kompetensi yang sama untuk dapat diterapkan dalam budaya dan kinerja sehari – hari sebagai sebuah identitas dan entitas kode etik bisnis yang dapat menciptakan profesionalisme sebuah organisasi, karena akan mempengaruhi sikap, nilai, dan attitude di setiap insan dalam organisasi dalam perusahaan tersebut.

Namun pada kenyataannya proses implementasi budaya di setiap perusahaan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Oleh karenanya diperlukan suatu perencanaan strategis yang baru untuk bisa memperkuat implementasi budaya perusahaan. Penguatan ini diharapkan mempercepat proses internalisasi yang selanjutnya dapat diwujudkan dalam perilaku kerja seluruh karyawan. Kondisi perubahan ini diharapkan mewujudkan kinerja perusahaan yang optimum. Maka perusahaan akan dapat:

a. Memperkuat struktur permodalan;

b. Memperkuat pelaksanaan GCG;

c. Meningkatkan kontrol publik.

Percepatan implementasi pengembangan Perusahaan, biasanya berfokus pada 8 (delapan) hal, yaitu:

  1. Percepatan implementasi kebijakan restrukturisasi organisasi
  2. Peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM;
  3. Peningkatan dukungan dan pengawalan seluruh fungsi terkait kerjasama strategis perusahaan;
  4. Peningkatan kualitas pelayanan dan operasi serta pengembangan bisnis dan IT;
  5. Mempercepat implementasi platform teknologi informasi untuk peningkatan kualitas
  6. layanan, pengendalian, dan efisiensi proses;
  7. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar fungsi;
  8. Menerapkan prosedur pengendalian resiko dan meningkatkan pengendalian internal;
  9. Intensifikasi penjualan baik melalui penggarapan pasar korporat maupun ritel secara lebih intensif.

Budaya perusahaan dikembangkan dari sebuah kumpulan norma – norma, nilai, keyakinan, harapan, asumsi, dan filsafat dari orang – orang yang berada didalamnya, sejalan dengan visi, misi perusahaan. Untuk menumbuhkan budaya perusahaan, maka seorang pimpinan harus dapat merefleksikan nilai – nilai dan keyakinan tersebut ke dalam sistem insentif kebijakan, struktur, sistem, proses, dan prosedur yang dijalankan dalam praktek – praktek pengelolaan perusahaan. Budaya perusahaan juga harus diterjemahkan dalam perilaku yang selanjutnya menjadi acuan bagaimana para karyawan melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan atau cita – cita perusahaan.

Budaya perusahaan harus dapat tumbuh menjadi identitas perusahaan yang mendasari keseluruhan sistem, termasuk mekanisme kontrol, atau mempengaruhi cara berinteraksi di dalam perusahaan maupun para pemangku kepentingan di luar Organisasi.

Maka untuk itu sebuah organisasi perusahaan harus mampu melakukan sebuah transformasi budaya perusahaan, Transformasi budaya perusahaan adalah sebuah proses perubahan budaya perusahaan yang mendasar untuk menuju pada tingkatan kemajuan perusahaan yang berbeda. Perubahan ini berimplikasi pada perubahan karakter dan sedikit atau hampir tidak ada kemiripan dengan konfigurasi budaya perusahaan masa lalu atau masa kini. Sebuah transformasi budaya organisasi biasanya didorong oleh adanya kesadaran/kebutuhan internal untuk merespon situasi yang berubah baik internal/eksternal. Transformasi budaya perusahaan dimulai dari transformasi individual setiap pimpinan di perusahaan. Perusahaan tidak bertransformasi, karyawanlah yang bertransformasi.

Tahapan dan langkah kerja untuk melakukan transformasi budaya perusahaan adalah; Hal pertama yang harus dimiliki adalah Tahu apa yang diinginkan dari sebuah transformasi budaya dengan melakukan diagnosa awal kondisi budaya saat ini bandingkan dengan harapan dari seluruh insan karyawan yang ada disebuah perusahaan.

Langkah kedua, Buatlah perencanaan perubahan dengan cara melakukan asessmen kondisi budaya perusahaan saat ini dengan melakukan teknik wawancara kepada Board Of Director (BOD) dan para executive kunci diperusahaan tersebut, hal ini dilakukan dengan cara menggunakan kuesioner dan focus group discussion tentunya dengan beberapa tools persiapan yang sudah kita persiapkan sebelumnya seperti antara lain; kita sudah harus mempersiapkan: kuesioner, panduan Focus Group Discussion, panduan standarisasi wawancara, kriteria dan identifikasi responden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, pilihlah lokasi atau tempat meeting yang nyaman ya guys biasanya sih para pemimpin perusahaan dan executive senior leader suka yang namanya konsinyering yaitu rapat ke puncak dengan deadline target kerja dan agenda rapat yang sudah ditetapkan agar rapat lebih efektif, efisien, dan powerfull guys. Dan yang tidak kalah penting adalah rapat konsinyering ini dilakukan di puncak adalah agar pikiran bisa lebih fresh, jernih, jauh dari padatnya rutinitas kerja, dan satu lagi yakni bisa mendapatkan ide – ide yang maknyus untuk dapat menyelesaikan deadline pekerjaan (maknyusss memang makanan ya guys kebiasaan kuliner ini he..he..he..). Dan setelah mengidentifikasi kondisi budaya saat ini, maka output dari hasil diagnosa ini adalah analisa kesenjangan kondisi saat ini dengan harapan yang diinginkan dari seluruh insan perusahaan dan yang tidak kalah penting cobalah untuk melakukan asessmen kondisi kesiapan organisasi untuk adanya perubahan ya sist and bro.

Setelah melakukan Perencanaan perubahan tahapan ketiga adalah mendesain perubahan dengan beberapa tahapan yaitu; Menyelaraskan budaya dengan visi, misi, dan value dan rencana strategis jangka panjang perusahaan, lakukanlah penyelarasan budaya dengan sistem SDM dan organisasi, Nah ini yang paling krusial adalah bagaimana kita menentukan standar perilaku dan mendefinisikan perilaku untuk dituangkan ke dalam kamus kompetensi (competencies directory), rumuskanlah program perubahan, langkah ke-empatnya yaitu buatlah strategi memanage/mengelola perubahan, merumuskan strategi komunikasi untuk dapat mengimplementasikan / internalisasi budaya perusahaan, kemudian merumuskan instrumen evaluasi, dan pilihlah dan buat kualifikasi untuk menentukan dan menyeleksi para agen – agen perubahan yang tentunya akan membawa misi untuk dapat menularkan virus – virus positif untuk dapat mempengaruhi orang – orang yang memiliki resistan terhadap perubahan, sekaligus dapat menjadi implementor dalam mendampingi proses implementasi budaya perusahaan.

Nah guys satu hal yang harus kita perhatikan dalam langkah ke – lima yaitu  dalam proses implementasi budaya perusahaan adalah

  • Melaksanakan monitoring dan evaluasi.
  • Merayakan keberhasilan apabila para change agent dapat sukses menularkan virus – virus positif dalam nilai – nilai dan standar perilaku budaya perusahaan.
  • Merumuskan indikator kesuksesan untuk mengukur keberhasilan dari impelementasi budaya perusahaan.
  • Dan terakhir adalah menyusun rekomendasi keberlanjutan pelaksanaan perubahan dari hasil monitoring dan evaluasi.

Demikianlah langkah – langkah kerja untuk dapat melakukan implementasi budaya perusahaan, sehingga sebuah organisasi memiliki arah dan driven akan di bawa kemana sebuah perusahaan ini, perilaku dan nilai – nilai dari sebuah budaya organisasi diyakini dapat memberikan sebuah added value untuk dapat meningkatkan produktifitas kinerja dan profesionalisme perusahaan karena organisasi tersebut dapat bertingkah laku lebih profesional, handal, dan tentunya akan menendang kepada kinerja perusahaan yang berujung kepada perusahaan akan memberikan kesejahteraan yang baik kepada para insan yang bekerja didalam organisasi tersebut, artinya kita akan mendapatkan jasa produksi dan bonus akhir tahun yang maknyuss dan menggelora guys. Salam Penuh Keberkahan Rejeki dan Sukses Selalu.