Rahasia Kunci Bagaimana Cara Mengubah Ejekan Menjadi Sebuah Kesuksesan

By Gustyana

EJEKAN

Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang ingin dihina dan disepelekan. Sesabar apapun seorang manusia, pasti akan terluka hati dan harga dirinya ketika dihina. Seketika amarah muncul dalam diri. Ucapan yang meski terdengar bagai sayup – sayup terdengar dan seketika membuat Anda sakit hati, namun dengan adanya ejekan tersebut perlahan membunuh kepercayaan diri secara perlahan.

Namun, dibalik tajamnya sebuah hinaan, ada hikmah positif di dalamnya. Anda mungkin belum menyadarinya, bahwa terkadang hinaan mendorong Anda untuk keras berusaha meraih kesuksesan. Berikut kalimat hinaan yang saya kutip dari perjalanan hidup dan bisa menggantarkan Anda menuju pintu keberhasilan.

Cupu Loe

“Cupu loe, belajar mulu! Toh, pada akhirnya teori yang loe pelajari itu nggak akan ada gunanya juga!”

Jika ada yang menyindir bahwa belajar adalah sesuatu yang sia – sia, itu merupakan salah besar ya, justru pendidikan adalah kawah candra dimuka yang akan menempa kita untuk makin dewasa dan memiliki keahlian untuk menganalisis. Menjadi peneliti atau pun akademisi. Biarlah bagi mereka teori Anda tidak berharga, dan yang terpenting rencana Anda untuk melanjutkan pendidikan tetap terlaksana, dan menyepelekan pendidikan ya guys.

Tidak Usah Sok Bahasa Inggris Gitu Loe
“Ngapain sih loe, harus sok-sokan ngomong Ala Inggris, jelas-jelas lambe-mu itu yo logat Indonesia, opo maneh dirimu yo orang jawa!”
Tenang, jangan mudah terpancing emosi lebih dulu kalau Anda dihina dengan kalimat ini. Anda mungkin lupa, Anda saat ini tengah menetap di Indonesia. Hei, Indonesia adalah negeri yang unik. Di mana penduduknya punya hobi untuk mengomentari kehidupan orang lain. Hehehehe, jangan keburu marah dulu. Itu bentuk perhatian mereka sama Anda kok.

Mereka mungkin belum paham tujuan Anda rajin untuk membuat kebiasan berbahasa inggris itu buat apa? Nah coba kita beri mereka penjelasan secara baik-baik dan dengan nada humoris, bahwa Anda memiliki cita-cita untuk kuliah atau kerja di luar negeri. Nah, kalau sudah begini mereka biasanya bakal berhenti Nyindir tetapi kalau kenyatanya mereka masih menyindir gimana? Hehehehe.. mungkin itu jadi sifat bawaan mereka.

Kasian Amat Si Loe Rajin Lembur Kerjaan, Tapi Gaji Juga Masih Pas – Pasan

“Percuma aja loe lembur, toh gaji lo segitu-gitu aja!”
Yakinkan diri kalau tujuan Anda lembur bukan untuk tujuan materi. Tapi karena Anda tidak suka membiarkan pekerjaan yang belum selesai begitu saja. Wah, kalau benar ini alasan agan, selamat! Itu Tandanya Anda sudah cinta dengan pekerjaan Anda yang sekarang. Dan Anda lagi semangat – semangatnya bekerja yang memuncak dan saat Anda tengah melakukan lembur (sekalipun) bakal membawa Anda menuju masa depan yang terang.

Karena dengan bekerja ikhlas, dan Anda melakukannya dengan serius itu akan meningkatkan skill, kapabilitas, dan kemampuan Anda, berbahagialah Anda kalau diberikan tantangan pekerjaan oleh atasan Anda, itu juga tanda bahwa Anda dinilai mampu melaksanakan setiap tugas yang diberikan oleh atasan dan akan bisa menaikkan karir Anda dan Kualitas Diri Anda, dan tentunya dengan mencintai pekerjaan kita harus dibarengi dengan niat bahwa bekerja adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT.


Jangan Mimpi Rerlalu Tinggi, Entar Kalau Ga Nyampe Sakit Lo Rasanya

Bermimpilah setinggi langit, yang sejatuh-jatuhnya masih di bintang juga.
– anonim –

Bisa bekerja di lembaga negara yang jalur masuknya susah, masuk universitas negeri kenamaan, hingga meraih beasiswa ke luar negeri, adalah sederet mimpi yang masih dicap tinggi bagi sebagian orang Indonesia. Coba deh, Anda cek orang di sekitaran kita. Pasti ada diantara mereka yang menganggap bahwa bermimpi tinggi adalah hal yang tabu. Pun tidak, mereka sentimen dengan cita-cita yang Anda punya.

Damaikan hatimu, jangan mudah mundur hanya karena ucapan tajam mereka. Anggap saja ucapan pedas nan menohok mereka sebagai bahan bakar untuk Anda lebih keras berusaha meraih cita-cita. Semangat, Guys! Sebab sejatinya, setiap orang berhak untuk bermimpi tinggi.

Kamu Mau Jadi Pasanganku ? memang Kamu Punya Apa ?

“Sorry ya, standar suami idaman gue itu minimal bermobil dan gelarnya S2!”

Keep calm, Guys! Mungkin sebagian Anda pernah mengalami hal ini saat tengah PDKT dengan gebetan Anda. Sakit hati itu tentu saja, tapi jangan sampai berlarut-larut ya. Anggap saja mereka bakal menyesal pernah menolakmu yang saat ini tengah berusaha merintis kesuksesan.

Maaf, Pagawai Kami Minimal Lulusan Luar Negeri ?

Sebagian Anda mungkin pernah disepelekan saat tengah interview kerja. Dalam keadaan Anda belum bisa memenuhi standar mereka. Ucapan ini tentu saja melukai harga diri Anda. Namun, jika Anda jeli melihat peluang. Sebenarnya Anda beruntung pernah dihina dengan kalimat ini. Sebab, tak sedikit orang yang pernah dihina seputar latar belakang pendidikannya, kemudian berakhir dengan menjadi pengusaha sukses. Yup, mereka memutuskan untuk punya usaha sendiri.

Quote:
Tetap kalem, jangan mudah terprofokasi. Tetap lakukan apa yang menurut anda baik dan benar. Tidak mungkin bisa menyenangkan semua pihak, sementara keputusan harus tetap diputuskan, maka putuskanlah dengan bijak. Ikhlaskan mereka yang menghinamu, bisa jadi mereka terbawa suasana. Tetap cool. Setelah tenang jika memungkinkan jelaskan kepada mereka, mengapa anda memutuskan sebuah keputusan yang menimbulkan pro dan kontra.

Maaf, Keluarga Kami Orang Terpandang & Akan Menjodohkan Dengan Bangsawan

Dihina sama keluarganya gebetan, jelas saja menyakitkan. Seketika Anda merasa rendah diri dan minder. Hingga terlintas dalam benak Anda, siapa ya ingin punya tampang pas-pasan? Hush, Anda tidak boleh rendah diri begitu saja. Kalau si keluarganya gebetan memberi isyarat penolakan, sebaiknya Anda mundur saja. Toh, masih banyak yang lain yang dapat menerima Anda apa adanya, tentunya dengan kualitas diri Anda yang baik dari hal kedewasaan, kecerdasan sosial, dan Anda adalah seorang pejuang sejati dalam memperjuangkan masa depan Anda, tenang saja. Ketika Anda sudah mapan nanti, Anda bakal jadi rebutan. Mereka yang pernah menolak Anda bakal menyesal! Hehehehe

Orang – Orang Yang Sukses Dalam Karirpun Pernah Di Hina

“Saya bilang ke senior saya kalau saya sama sekali tak memiliki uang, saya tidak punya uang untuk dibagi. Saya hanya melirik ke semua dan senior saya bilang, ‘Kamu harus mencari uang disini. Apakah kamu pengemis?’ itu membuat saya sedih kemudian menangis,” kenangnya (Jae Suk).

Anda bisa belajar dari Yoo Jae Suk yang pernah diremehkan oleh seniornya hingga menangis. Tapi Anda bisa melihat kesuksesannya sekarang. MC sekaligus komedian kenamaan Korea Selatan, Yoo Jae Suk ternyata pernah mendapat perlakuan yang nggak menyenangkan dari seniornya sesama komedian. Suatu ketika di tahun 1991, ia pergi ke restoran bersama rekan-rekan seniornya tersebut. Saat itu Jae Suk yang belum setenar sekarang, sedang tidak punya uang sehingga hanya memesan ramyun saja. Sang senior lantas menghujani Jae Suk dengan ucapan pedas nan menohok. Jae Suk yang kadung sedih pun lantas tak kuasa menahan tangis. Syedihhh :'(

Bagi Anda yang ngefans berat sama variety show Running Man, pasti tahu banget kisah ini. Yup, Jae Suk pernah menceritakannya di salah satu episode Running Man. Namun, pernah dibully tak lantas membuat Jae Suk minder atau bahkan dendam. Justru itu memacunya untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi. Hasilnya? Terbukti, saat ini Jae Suk masuk jajaran MC kelas satu di Korea Selatan.

PENUTUP
Damaikan hatimu saat dihujani dengan hinaan. Jadikan ucapan pahit nan menohok itu sebagai kalimat letupan untuk tetap keras berusaha. Mereka nggak jahat kok (sedikit nyinyir iya), hanya belum paham saja apa yang agan impikan selama ini. Stay positive, Guys!

Salam Sukses Penuh Keberkahan, selalu nikmati artkel kami yang inspirasi dari kehidupan dan benar – benar bisa di aplikasikan dengan kehidupan nyata,